Quad Sepakat Mobilisasi Dana US$20 Miliar untuk Kemandirian Pasokan Energi dan Mineral Kritis
Baca dalam 60 detik
- Empat negara demokrasi utama di Indo-Pasifik sepakat menggalang dana US$20 miliar dari sektor publik dan swasta untuk memperkuat rantai pasok mineral kritis.
- Pertemuan di New Delhi ini menegaskan penolakan terhadap perubahan status quo secara sepihak, serta menyoroti urgensi keamanan energi pasca ketegangan di Timur Tengah.
- Langkah ini dipandang sebagai upaya kolektif Quad untuk mengurangi ketergantungan pada pasokan dari China dan memperkuat stabilitas kawasan.

Para menteri luar negeri Jepang, Australia, India, dan Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam Quad menyepakati inisiatif bersama untuk mengamankan pasokan energi dan material kritis. Kesepakatan ini diumumkan dalam pertemuan di New Delhi, Selasa (26/5), sebagai respons terhadap meningkatnya ketegangan geopolitik dan dominasi China di sektor sumber daya alam.
Dalam pernyataan bersama, keempat negara berkomitmen memobilisasi hingga US$20 miliar dari dukungan pemerintah dan swasta, baik melalui program baru maupun yang sudah ada. Dana tersebut akan dialokasikan untuk memperkuat rantai pasok mineral kritis, mulai dari tahap penambangan, pemrosesan, hingga daur ulang. Langkah ini dinilai strategis mengingat China selama ini menguasai sebagian besar pasar pengolahan mineral langka dunia.
Menteri Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, menegaskan bahwa pertemuan ini menjadi momentum bagi negara-negara yang memiliki nilai dan kapasitas bersama untuk menghadapi tantangan regional. Ia menyoroti komitmen Quad dalam mewujudkan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Sementara itu, Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio, menekankan pergeseran fokus Quad dari forum diskusi menjadi aksi nyata, termasuk dalam respons kemanusiaan, keamanan energi, dan kebebasan navigasi.
Ketegangan di Timur Tengah turut mewarnai diskusi. Serangan AS-Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu telah memicu lonjakan harga bahan bakar, memperlihatkan kerentanan pasokan energi global. Australia secara khusus menyatakan penolakan terhadap rencana pengenaan biaya transit di Selat Hormuz yang efektif ditutup Iran. Para menteri juga sepakat untuk meningkatkan kerja sama keamanan energi guna mengantisipasi gejolak harga dan pasokan di masa depan.
"Kami tidak mendukung blok-blok kecil yang eksklusif atau konfrontasi blok. Kerja sama antarnegara harus kondusif bagi perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran regional, serta tidak boleh menargetkan pihak ketiga mana pun," ujar Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menanggapi pertemuan Quad.
Pertemuan ini merupakan yang ketiga kalinya bagi para menteri luar negeri Quad sejak masa pemerintahan kedua Presiden Donald Trump. Sebelumnya, rencana KTT Quad di India tahun lalu batal akibat ketegangan hubungan AS-India terkait pembelian minyak Rusia oleh New Delhi dan perbedaan pandangan soal mediasi konflik India-Pakistan. Meski demikian, para menteri tetap optimistis dan mulai mempersiapkan KTT Quad berikutnya, meskipun jadwal pastinya belum ditentukan.
Ke depan, keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada konsistensi komitmen politik masing-masing anggota dan kemampuan menarik investasi swasta. Jika terealisasi, mobilisasi dana US$20 miliar dapat menjadi fondasi bagi arsitektur rantai pasok baru yang lebih seimbang di kawasan Indo-Pasifik.


