Senjata AS Ilegal Bahan Bakar Kekerasan Kartel Meksiko: 135.000 Pucuk dalam Setahun
Baca dalam 60 detik
- Investigasi terbaru mengungkap bahwa lebih dari 135.000 senjata api ilegal dari AS masuk ke Meksiko pada 2022, memperparah kekerasan kartel.
- Lebih dari dua pertiga senjata yang ditemukan di tempat kejadian perkara di Meksiko berasal dari AS, menunjukkan lemahnya pengawasan perbatasan.
- Penegak hukum AS kesulitan menuntut pelaku perdagangan senjata lintas batas karena celah regulasi dan keterbatasan sumber daya.

Sebuah investigasi jurnalistik yang dirilis oleh The Conversation mengungkap fakta mengejutkan: sekitar 135.000 senjata api ilegal dari Amerika Serikat diperkirakan mengalir ke Meksiko pada tahun 2022 saja. Angka ini menjadi sorotan baru dalam upaya memahami akar kekerasan kartel yang telah lama melanda negara tetangga di selatan perbatasan AS tersebut.
Investigasi yang dilakukan oleh jurnalis investigatif Sean Campbell dan profesor pembangunan ekonomi Universitas San Diego, Topher McDougal, memakan waktu setahun penuh. Mereka menelusuri berbagai basis data, dokumen pengadilan, dan wawancara mendalam untuk memetakan jalur perdagangan gelap ini. Hasilnya menunjukkan bahwa lebih dari dua pertiga senjata yang ditemukan di lokasi kejahatan di Meksiko berasal dari AS. Fakta ini menegaskan bahwa peredaran senjata ilegal dari utara menjadi bahan bakar utama bagi kekerasan kartel narkoba yang telah menewaskan puluhan ribu orang dalam satu dekade terakhir.
Campbell dan McDougal juga mengidentifikasi titik-titik asal senjata di AS, termasuk negara bagian dengan regulasi longgar seperti Texas, Arizona, dan California. Celah hukum di AS, seperti lemahnya pemeriksaan latar belakang pada penjualan senjata pribadi, dimanfaatkan oleh penyelundup untuk membeli dalam jumlah besar dan kemudian menyelundupkannya ke Meksiko. Dampaknya, kartel Meksiko dipersenjatai dengan senapan serbu dan pistol berdaya rusak tinggi yang sulit dilacak.
Penegakan hukum di AS sendiri menghadapi kendala serius. Menurut laporan tersebut, aparat kesulitan membangun kasus yang kuat karena perdagangan senjata lintas batas seringkali melibatkan jaringan kompleks dan dokumen palsu. Kurangnya koordinasi antara Biro Alkohol, Tembakau, Senjata Api, dan Bahan Peledak (ATF) dengan otoritas Meksiko juga menjadi hambatan. Akibatnya, hanya sebagian kecil pelaku yang berhasil diadili.
"Penelitian kami menunjukkan bahwa aliran senjata ilegal ini bukan sekadar masalah perbatasan, tetapi juga kegagalan sistem regulasi domestik AS," ujar McDougal dalam wawancara dengan The Conversation Weekly.
Ke depan, para peneliti mendesak adanya reformasi kebijakan senjata di AS, termasuk penutupan celah penjualan pribadi dan peningkatan pengawasan ekspor. Tanpa langkah konkret, kekerasan kartel di Meksiko diperkirakan akan terus berlanjut, dengan senjata AS sebagai pendorong utamanya.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7244269/original/047100000_1780030180-IMG_0582.jpeg)


