Hoaks Menkeu Purbaya Bagikan Bantuan Rp200 Juta Jelang Idul Adha, Video Deepfake Terdeteksi
Baca dalam 60 detik
- Video viral di Facebook dan TikTok mengklaim Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membagikan dana kepada 200 orang menjelang Idul Adha, namun terbukti hoaks.
- Analisis forensik digital mengungkap audio dalam video memiliki probabilitas 98,8% sebagai hasil rekayasa kecerdasan buatan (AI), menandakan modus deepfake.
- Kementerian Keuangan melalui PPID resmi mengonfirmasi bahwa Purbaya tidak pernah menawarkan bantuan melalui nomor WhatsApp tidak resmi, dan mengimbau masyarakat waspada.

Masyarakat dihebohkan dengan beredarnya video di media sosial yang mencatut nama Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, mengklaim akan memberikan bantuan dana kepada 200 orang menjelang Hari Raya Idul Adha. Setelah ditelusuri, konten tersebut dipastikan sebagai hoaks yang memanfaatkan teknologi deepfake.
Video berdurasi 12 detik yang diunggah akun Facebook โNamiaa Miaaโ pada 23 Mei 2026 memperlihatkan Purbaya duduk di kantor dengan latar belakang bendera Indonesia dan Kemenkeu. Dalam narasinya, ia mengajak masyarakat menghubungi nomor WhatsApp yang tertera untuk mendaftar sebagai penerima bantuan. Unggahan serupa juga ditemukan di akun TikTok @maretaa091 dan @dana.hibah977.
Tim verifikasi Tirto.id melakukan analisis mendalam terhadap video tersebut. Intonasi suara yang kaku dan tidak natural menjadi indikasi awal rekayasa. Penggunaan alat deteksi AI, Hive Moderation, menunjukkan bahwa audio dalam video memiliki probabilitas 98,8% sebagai hasil manipulasi kecerdasan buatan. Temuan ini diperkuat dengan pernyataan resmi dari Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kementerian Keuangan yang menegaskan bahwa video tersebut adalah hoaks deepfake.
โ[HOAKS] Menteri Keuangan Purbaya Mencari 200 Orang untuk Diberikan Bantuan. Video yang beredar merupakan video hoaks deepfake,โ demikian pernyataan PPID Kemenkeu yang dikutip pada 25 Mei 2026.
Fenomena ini bukan kali pertama Purbaya menjadi sasaran hoaks. Posisinya sebagai pengelola keuangan negara dan gaya komunikasinya yang lugas kerap dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk penipuan, manipulasi politik, hingga pencurian data pribadi. Masyarakat diimbau untuk selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi Kemenkeu, seperti situs web www.kemenkeu.go.id, atau melaporkan konten mencurigakan melalui Pusat Kontak Layanan Kemenkeu PRIME di telepon 134 atau email [email protected].
Ke depan, literasi digital dan kewaspadaan terhadap konten berbasis AI menjadi krusial. Masyarakat perlu memahami bahwa teknologi deepfake semakin canggih dan dapat meniru penampilan serta suara tokoh publik secara meyakinkan. Selalu periksa fakta sebelum menyebarkan informasi, dan jangan mudah tergiur tawaran bantuan yang tidak melalui prosedur resmi.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7183244/original/002499300_1779979290-73e29194-e437-4c19-b7f9-036854c92468.jpg)


