Hattrick Juara Liga Indonesia: Marc Klok Sebut Hanya Persib yang Mampu
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung mengukir sejarah sebagai klub pertama yang meraih tiga gelar beruntun di Liga Indonesia setelah menjuarai BRI Super League 2025/2026.
- Kapten Marc Klok yang absen di laga pamungkas akibat akumulasi kartu menegaskan pencapaian ini adalah warisan yang hanya bisa dilakukan Persib.
- Musim ini juga melahirkan sederet penghargaan individu, termasuk pemain terbaik Mariano Peralta dan pelatih terbaik Bojan Hodak.
:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/bola/watermark-color-landscape-new.png,1125,20,0)/kly-media-production/medias/6859980/original/025825200_1779641966-BL1_2594.jpg.jpeg)
Persib Bandung resmi mencatatkan namanya dalam sejarah sepak bola Indonesia sebagai tim pertama yang mampu meraih hattrick juara Liga Indonesia. Kepastian tersebut didapat setelah skuad Maung Bandung mengunci gelar BRI Super League 2025/2026, meski hanya bermain imbang tanpa gol melawan Persijap Jepara di Stadion GBLA, Sabtu (23/5/2026).
Kapten tim, Marc Klok, yang harus absen pada laga penentuan akibat akumulasi kartu kuning, menyebut pencapaian ini sebagai warisan yang luar biasa. Menurutnya, tidak ada klub lain di Indonesia yang mampu mengulang prestasi serupa. "Ini adalah warisan. Luar biasa, hanya Persib yang bisa melakukannya," ujar Klok usai pertandingan. Ia juga menilai kartu yang diterimanya pada laga sebelumnya kurang adil dan berharap banding yang diajukan dapat dikabulkan. Meski demikian, ia tetap memberikan dukungan penuh dari luar lapangan.
Keberhasilan Persib tidak lepas dari tangan dingin pelatih Bojan Hodak. Sepanjang musim, tim hanya menelan tiga kekalahan dari 34 pertandingan—catatan yang menjadikannya sebagai salah satu kampiun paling dominan dalam sejarah kompetisi. Hodak sendiri dinobatkan sebagai pelatih terbaik musim ini, sebuah penghargaan yang sepadan dengan konsistensi dan strategi yang diterapkannya.
Juara: Persib Bandung (hattrick pertama dalam sejarah)
Pemain Terbaik: Mariano Peralta (Borneo FC) – 20 gol, 14 assist
Top Skor: David da Silva (Malut United) – 23 gol
Pelatih Terbaik: Bojan Hodak (Persib)
Penjaga Gawang Terbaik: Nadeo Argawinata (Borneo FC) – 12 clean sheets, 130 penyelamatan
Pemain Muda Terbaik: Dony Tri Pamungkas (Persija)
Tim Fair Play: Borneo FC Samarinda
Gol Terbaik: Muhammad Iqbal (PSIM) – salto spektakuler
Di sisi lain, operator kompetisi I.League juga merilis daftar penghargaan individu. Pemain andalan Borneo FC Samarinda, Mariano Peralta, dinobatkan sebagai pemain terbaik berkat kontribusi 20 gol dan 14 assist. Sementara itu, kiper Borneo FC, Nadeo Argawinata, yang tampil penuh di 34 laga dengan 130 penyelamatan dan 12 clean sheets, diganjar sebagai penjaga gawang terbaik. Gelar top skor jatuh ke tangan striker Malut United, David da Silva, yang mengoleksi 23 gol. Adapun pemain muda terbaik diraih Dony Tri Pamungkas dari Persija Jakarta, yang tampil impresif di usia 21 tahun.
Penghargaan gol terbaik musim ini diberikan kepada Muhammad Iqbal dari PSIM Yogyakarta, yang mencetak gol salto spektakuler saat timnya menang 2-1 atas Madura United pada pekan ke-33. Sementara itu, Borneo FC Samarinda dinobatkan sebagai tim Fair Play berkat sikap disiplin dan sportivitas tinggi sepanjang musim.
Pencapaian hattrick Persib tidak hanya menjadi kebanggaan bagi Bobotoh, tetapi juga menegaskan dominasi mereka di peta persepakbolaan nasional. Dengan fondasi tim yang solid dan arahan pelatih yang matang, bukan tidak mungkin Maung Bandung akan terus memperpanjang rekor mereka di musim-musim mendatang.



