10 Gelandang Sayap Terbaik Dunia 2026: Yamal, Olise, hingga Dembele
Baca dalam 60 detik
- Michael Olise dinobatkan sebagai gelandang sayap terbaik dunia 2025/26 setelah mencetak dua digit gol dan assist di Bayern Munich.
- Lamine Yamal menjadi pemain termahal di posisinya menurut Transfermarkt, dengan 100 penampilan senior sebelum usia 18 tahun.
- Ousmane Dembele, peraih Ballon d'Or 2025, masih menghadapi masalah cedera namun tetap menjadi andalan PSG.

FootballFanCast merilis daftar 10 pemain sayap terbaik dunia berdasarkan performa terkini, nilai pasar, dan pengaruh di lapangan. Berikut peringkatnya:
| Peringkat | Pemain | Klub |
|---|---|---|
| 1 | Michael Olise | Bayern Munich |
| 2 | Lamine Yamal | Barcelona |
| 3 | Raphinha | Barcelona |
| 4 | Ousmane Dembele | PSG |
| 5 | Vinicius Junior | Real Madrid |
| 6 | Khvicha Kvaratskhelia | PSG |
| 7 | Luis Diaz | Bayern Munich |
| 8 | Desire Doue | PSG |
| 9 | Bradley Barcola | PSG |
| 10 | Mohamed Salah | Liverpool |
Sepak bola modern tak lepas dari peran gelandang sayap yang mampu mengubah jalannya pertandingan dengan kecepatan, teknik, dan kreativitas. Dari era Ronaldinho hingga David Beckham, posisi ini terus melahirkan bintang-bintang baru. Kini, daftar 10 pemain sayap terbaik dunia versi FootballFanCast menempatkan Michael Olise di puncak, menggeser nama-nama besar seperti Vinicius Junior dan Ousmane Dembele.
Michael Olise: Puncak Performa di Bayern Munich
Bergabung dengan Bayern Munich dari Crystal Palace pada 2024, Olise langsung menunjukkan peningkatan signifikan. Pada musim 2024/25, ia mencatatkan dua digit gol dan assist di Bundesliga untuk pertama kalinya dalam kariernya. Pelatih timnas Prancis, Didier Deschamps, memujinya sebagai pemain dengan "banyak kualitas dan kemajuan pesat". Bahkan, ada yang menyebut Olise "bisa sebaik siapa pun" di posisinya. Catatan gol dan assistnya terus bertambah secara konsisten setiap pekan.
Lamine Yamal: Masa Depan Barcelona
Di urutan kedua, Lamine Yamal menjadi pemain sayap termahal di dunia menurut Transfermarkt. Remaja Barcelona ini telah menembus 100 penampilan senior sebelum genap berusia 18 tahun. Lionel Messi sendiri memujinya sebagai "salah satu pemain terbaik dunia" dengan "kualitas luar biasa". Yamal diprediksi akan bertahan lama di puncak berkat dampak besarnya dalam waktu singkat.
Raphinha dan Dembele: Konsistensi di Level Elite
Raphinha menempati peringkat ketiga setelah meninggalkan Leeds United ke Barcelona pada 2022. Ia berhasil menyamai rekor Cristiano Ronaldo di Liga Champions dengan 21 kontribusi gol dalam satu musim (2024/25). Legenda Brasil, Romario, menyebutnya "sangat spesial". Sementara itu, Ousmane Dembele, peraih Ballon d'Or 2025, menjadi andalan PSG pasca-kepergian Kylian Mbappe. Ronaldinho menggambarkannya sebagai pemain yang "tak terbaca", meski cedera sempat menghambatnya di musim 2025/26.
Vinicius Junior dan Kvaratskhelia: Bintang dengan Gaya Berbeda
Vinicius Junior, yang sempat menjadi favorit Ballon d'Or 2024, harus puas di peringkat kelima. Legenda Brasil, Ronaldo, tetap menganggapnya "pemain terbaik dunia". Sementara Khvicha Kvaratskhelia, yang bergabung dengan PSG seharga €70 juta pada 2025, tak hanya piawai menyerang tetapi juga bekerja keras bertahan. Pelatih memuji "pekerjaan defensif raksasa" dan sikapnya yang tak kenal lelah.
Luis Diaz, Doue, Barcola, dan Salah: Pelengkap Daftar
Luis Diaz, yang pindah ke Bayern Munich pada 2025, disebut Danny Murphy sebagai pemain yang "kurang diperhatikan" meski memiliki kecepatan dan skill mematikan. Desire Doue, remaja PSG, mendapat julukan "Neymar berikutnya" berkat kemampuannya memperlambat permainan sebelum melewati lawan. Bradley Barcola, juga dari PSG, dijuluki "tak terhentikan" oleh Luis Enrique setelah musim terbaiknya dengan dua digit gol dan assist. Terakhir, Mohamed Salah, meski tak lagi berada di puncak performa, tetap memecahkan rekor sebagai pengumpan terbanyak sepanjang masa Liverpool di Premier League.
"Tidak ada yang bisa menandingi Mo Salah dalam hal jumlah pertandingan dengan gol dan assist sejak awal musim lalu." — OneFootball, Februari 2026
Dengan persaingan yang semakin ketat, posisi gelandang sayap terbaik dunia terus bergeser. Performa konsisten, adaptasi di liga baru, dan kemampuan menghadapi tekanan menjadi kunci. Ke depan, nama-nama seperti Olise dan Yamal diprediksi akan mendominasi panggung sepak bola global.



