Racing Santander Tantang Dominasi Sepak Bola Posisional Spanyol dengan Gaya 'Relationist' Jose Alberto
Baca dalam 60 detik
- Racing Santander memimpin klasemen Segunda Division dengan empat poin keunggulan, berkat pendekatan 'relationist' yang mengedepankan interaksi pemain ketimbang posisi tetap.
- Pelatih Jose Alberto mengadopsi filosofi yang kontras dengan sepak bola posisional Spanyol, terinspirasi dari keberhasilan Fernando Diniz di Fluminense dan Henrik Rydstrom di Malmo.
- Jika promosi tercapai, ini akan menjadi validasi bagi ide sepak bola yang menekankan fleksibilitas, hubungan dinamis, dan kemampuan beradaptasi melawan pressing ketat lawan.

Racing Santander, satu-satunya klub profesional penuh di provinsi Cantabria, Spanyol utara, tengah berada di ambang promosi ke LaLiga setelah lebih dari satu dekade terpuruk di divisi bawah. Tim asuhan Jose Alberto ini memuncaki klasemen Segunda Division dengan keunggulan empat poin, dan setiap laga kandang mereka disaksikan lebih dari 22.000 suporter yang memadati Stadion El Sardinero. Namun, yang membuat mereka menjadi sorotan bukan hanya hasil di lapangan, melainkan gaya bermain yang menyimpang dari pakem sepak bola Spanyol.
Jose Alberto memperkenalkan pendekatan yang ia sebut 'relationist', sebuah filosofi yang lebih menitikberatkan pada hubungan antarpemain daripada penguasaan zona tertentu. Dalam wawancara eksklusif dengan Sky Sports, ia menjelaskan bahwa sepak bola posisional tradisional terlalu kaku. "Kami ingin pemain memahami hubungan apa yang perlu diciptakan pada setiap momen—dengan bola, rekan setim, lawan, dan ruang. Itu memberi kami fleksibilitas lebih," ujarnya. Alih-alih mempertahankan struktur tetap, para pemain Racing bergerak bebas untuk menciptakan pola baru melalui segitiga umpan dan pengelompokan di sekitar bola, menghasilkan keunggulan numerik yang dinamis.
Pendekatan ini bukan tanpa preseden. Fernando Diniz sukses membawa Fluminense menjuarai Copa Libertadores dengan gaya serupa, sementara Henrik Rydstrom memenangkan dua gelar di Swedia bersama Malmo. Namun, menerapkannya di Spanyol—negeri yang identik dengan sepak bola posisional ala Pep Guardiola—adalah langkah berani. Jose Alberto mengakui bahwa ia sangat menghormati tradisi posisional, tetapi ia juga terinspirasi oleh pelatih yang melihat sepak bola sebagai sistem hidup yang terus beradaptasi. "Jika Anda terlalu mudah ditebak, Anda mudah dikendalikan. Kami ingin menjadi tim yang sulit dibaca, namun tetap seimbang, berani, dan menyerang," tambahnya.
Menariknya, gaya relationist juga dianggap sebagai solusi potensial untuk menghadapi pressing ketat lawan, terutama di era di mana pelatih seperti Pep Guardiola dan Mikel Arteta mengeluhkan suliitnya menciptakan keunggulan numerik saat berhadapan dengan penjagaan satu lawan satu. Jose Alberto menilai bahwa pendekatannya justru unggul dalam situasi seperti itu. "Kami memprioritaskan hubungan untuk menciptakan superioritas dinamis, bukan hanya posisional. Jika lawan mengikuti Anda, Anda harus bisa menarik mereka, membebaskan ruang, dan terhubung sambil bergerak," jelasnya.
Meski demikian, sistem ini tidak kebal terhadap kelemahan. Pengalaman Rydstrom di Malmo menunjukkan bahwa ketika hubungan antarpemain terganggu—misalnya karena rotasi skuad—performa tim bisa menurun drastis. Jose Alberto mengakui bahwa membangun hubungan membutuhkan waktu, tetapi ia juga memastikan bahwa prinsip-prinsip dasar model ini dapat ditransfer dengan cepat kepada pemain baru. "Keseimbangannya adalah memiliki inti yang stabil yang menciptakan automatisme, tanpa bergantung hanya pada individu tertentu," katanya.
Keberhasilan Racing tidak semata-mata taktis. Jose Alberto menyoroti komitmen kelompok, manajemen emosi sepanjang musim yang panjang, serta identitas tim yang jelas sebagai faktor kunci. Dukungan luar biasa dari para penggemar juga menjadi energi tambahan. "Di klub seperti Racing, dukungan itu membuat perbedaan besar. Ketika semuanya selaras, performa meningkat," ujarnya.
Bagi Jose Alberto, promosi ke LaLiga bukan sekadar pencapaian target, melainkan perjalanan yang membuktikan bahwa ide sepak bolanya layak diperhitungkan. "Ini akan memvalidasi ide sepak bola yang sangat saya yakini," pungkasnya. Dengan sisa musim yang masih panjang, Racing Santander dan gaya relationist-nya menjadi salah satu cerita paling menarik di sepak bola Spanyol musim ini.



