Transfer Mateus Fernandes: Arsenal Siap Tebus £80 Juta, Nasib Lewis-Skelly Terancam?
Baca dalam 60 detik
- Arsenal dikabarkan bersedia memenuhi banderol £80 juta untuk merekrut Mateus Fernandes dari West Ham United pada bursa musim panas ini.
- Kehadiran gelandang muda Portugal itu berpotensi menghambat menit bermain Myles Lewis-Skelly yang baru bersinar di lini tengah The Gunners.
- Ketergantungan pada Declan Rice dan Martin Zubimendi yang mulai kelelahan menjadi alasan utama Arsenal berburu amunisi baru di sektor sentral.

Arsenal dikabarkan siap menggelontorkan dana sebesar £80 juta untuk mengamankan jasa Mateus Fernandes dari West Ham United. Langkah ini menjadi sinyal bahwa manajemen The Gunners serius memperkuat lini tengah setelah melihat performa Martin Zubimendi yang menurun drastis di penghujung musim. Namun, keputusan ini juga berpotensi menjadi pukulan telak bagi Myles Lewis-Skelly yang baru saja menemukan tempatnya di skuad utama.
Menurut laporan Daily Mail, Manchester United dan Paris Saint-Germain turut memantau situasi Fernandes. Meski sang pemain dikabarkan bermimpi bergabung dengan Setan Merah demi berduet dengan senegaranya Bruno Fernandes, Arsenal tetap percaya diri bisa memenangi persaingan. West Ham sendiri enggan melepas gelandang 21 tahun itu dengan harga murah, apalagi setelah ia menjadi salah satu pemain terbaik mereka meski tim terdegradasi.
Direktur olahraga Andrea Berta, yang baru setahun menjabat, kembali menunjukkan agresivitasnya di bursa transfer. Setelah sukses mendatangkan Viktor Gyokeres, Kepa Arrizabalaga, Christian Norgaard, Noni Madueke, dan Eberechi Eze, kini ia membidik pemain Premier League lainnya. Strategi ini mirip dengan era Edu, di mana Arsenal kerap memanfaatkan pengalaman pemain yang sudah teruji di liga domestik.
Kehadiran Fernandes diyakini bisa menjadi solusi atas kelelahan Martin Zubimendi yang mulai kehilangan ketajaman. Gelandang asal Spanyol itu telah memainkan menit terbanyak kedua di antara pemain outfield Arsenal, dan performanya menurun drastis dalam beberapa pekan terakhir. Pelatih Mikel Arteta sempat mengatasi masalah ini dengan memberikan kesempatan kepada Lewis-Skelly, yang tampil gemilang sejak dipasang sebagai gelandang sentral.
Lewis-Skelly, lulusan akademi Hale End, langsung menunjukkan kualitasnya setelah debut di posisi tersebut saat melawan Fulham. Ia sukses membawa kemenangan 3-0 dan sejak itu menjadi andalan, termasuk saat melawan West Ham, Crystal Palace, dan leg kedua semifinal Liga Champions melawan Atletico Madrid. Namun, kedatangan Fernandes bisa menggeser perannya kembali ke bangku cadangan.
Menariknya, Fernandes dan Rice disebut sebagai dua "ground eater" terbaik di Premier League musim 2025/26—istilah untuk pemain yang mampu membawa bola ke depan dengan risiko kehilangan bola yang rendah. Lewis-Skelly juga unggul dalam aspek tersebut, sehingga sebagian suporter mungkin mempertanyakan urgensi merekrut Fernandes. Meski begitu, data menunjukkan bahwa Fernandes adalah talenta elit: ia memimpin berbagai kategori untuk gelandang U21 di lima liga top Eropa.
"Dia sudah menjadi superstar," ujar penulis sepak bola Joost van der Leij mengenai Mateus Fernandes.
Dengan jadwal padat dan ambisi mempertahankan gelar, Arsenal membutuhkan kedalaman skuad yang lebih baik. Investasi £80 juta untuk pemain yang belum tentu menjadi starter reguler mungkin terlihat mahal, tetapi mengingat masalah kebugaran Zubimendi, mendatangkan kompetisi sehat justru menjadi langkah rasional. Arsenal pun berharap bisa mengulang kesuksesan transfer Eberechi Eze yang langsung beradaptasi dengan baik.
Ke depan, keputusan Berta dan Arteta akan menentukan apakah langkah ini memperkuat tim atau justru menghambat perkembangan binaan akademi seperti Lewis-Skelly. Yang jelas, persaingan di lini tengah Arsenal musim depan diprediksi akan semakin sengit.



