Kemunduran Drastis Alexis Mac Allister: Liverpool Harus Berani Melepas Gelandang Rp1,6 Triliun
Baca dalam 60 detik
- Liverpool finis di posisi empat dengan 60 poin, rekor terendah untuk lolos Liga Champions, dan performa buruk sepanjang musim memicu evaluasi besar-besaran skuad.
- Alexis Mac Allister mengalami penurunan drastis, kehilangan ketajaman fisik dan kreativitas yang membuatnya menjadi titik lemah di lini tengah The Reds.
- FSG dikabarkan memasang banderol ÂŁ80 juta untuk Mac Allister, namun performa inkonsisten membuat nilai tersebut sulit terwujud di bursa transfer.

Liverpool akhirnya mengamankan tiket Liga Champions musim depan, namun torehan 60 poin menjadi catatan terendah bagi tim Premier League yang lolos ke kompetisi elit Eropa. Seperempat dari total poin tersebut diraih dalam lima pertandingan awal, sebelum performa tim ambruk drastis. Kini, Arne Slot—yang masih dipertahankan FSG meski tekanan publik menguat—harus melakukan perombakan besar jika ingin mengembalikan kejayaan Anfield.
Musim 2025/26 menjadi saksi kepergian dua legenda, Mohamed Salah dan Andy Robertson, yang memutuskan hengkang. Namun, masalah Liverpool tidak berhenti di situ. Sejumlah pemain inti justru menjadi sumber kerapuhan, terutama di lini tengah. Salah satu nama yang paling disorot adalah Alexis Mac Allister, gelandang Argentina yang sebelumnya menjadi andalan di era Juergen Klopp dan awal kepemimpinan Slot.
Penurunan Mac Allister musim ini disebut-sebut sebagai yang paling mengejutkan. Gelandang berusia 27 tahun itu kehilangan agresivitas, visi permainan, dan kemampuan duel yang dulu menjadi ciri khasnya. Dalam banyak laga, ia tampak lamban dan mudah dilewati lawan. Kondisi fisik yang menurun drastis membuatnya tidak lagi mampu menjadi pengatur ritme maupun penyuplai kreativitas dari lini kedua. Pengamat menilai kemunduran ini mengingatkan pada kasus Darwin Nunez, yang meski populer karena momen-momen gemilang, pada akhirnya tidak konsisten dan harus dilepas musim panas lalu.
“Jika Slot masih bertahan, Mac Allister tidak bisa dipertahankan. Ia sudah menjadi titik lemah yang nyata. Penurunan fisiknya menghilangkan seluruh aspek kreatif dan agresivitas yang dulu dimilikinya,” tulis analis Football Fancast.
Kontrak Mac Allister masih tersisa tiga tahun, namun FSG dikabarkan sudah memasukkan namanya dalam daftar jual. Angka ÂŁ80 juta disebut sebagai harga yang diinginkan, tetapi dengan performa inkonsisten sepanjang musim, calon pembeli kemungkinan besar akan menawar lebih rendah. Liverpool sendiri dikaitkan dengan beberapa pemain sayap baru, mengindikasikan bahwa prioritas belanja musim panas ini ada di lini depan.
Kepergian Salah dan Robertson membuka babak baru bagi Liverpool. Namun, jika Slot ingin membangun kembali tim yang kompetitif, keputusan sulit harus segera diambil. Melepas Mac Allister, meski berat secara emosional bagi suporter, bisa menjadi langkah awal yang logis untuk menyegarkan lini tengah dan mengembalikan keseimbangan skuad.



