Kekecewaan Fans Korea: Ronaldo Absen di Laga Ekshibisi, Juventus Terancam Gugatan Hukum
Baca dalam 60 detik
- Lebih dari 65.000 penonton di Seoul kecewa karena Cristiano Ronaldo tidak dimainkan dalam laga persahabatan Juventus vs K-League All-Star, padahal dijanjikan tampil minimal 45 menit.
- Manajemen Juventus dinilai lalai karena jadwal padat tur Asia, sementara agensi penyelenggara The Fasta dianggap tidak berpengalaman menangani acara sebesar ini.
- Kekacauan ini berpotensi berujung pada tuntutan hukum class action dari penggemar yang menuntut pengembalian uang tiket.

Stadion Piala Dunia Seoul dipadati lebih dari 65.000 suporter pada Jumat lalu untuk menyaksikan aksi Cristiano Ronaldo bersama Juventus dalam laga persahabatan melawan K-League All-Star. Namun, antusiasme tersebut berubah menjadi kekecewaan mendalam ketika bintang sepak bola asal Portugal itu sama sekali tidak diturunkan, padahal panitia menjanjikan penampilannya minimal 45 menit.
Kekecewaan semakin bertambah ketika sehari setelah pertandingan, Ronaldo mengunggah foto dirinya sedang berlatih di rumah dengan keterangan "Nice to be back home" di media sosial. Unggahan itu kontras dengan alasan sebelumnya yang menyatakan dirinya mengalami masalah otot sehingga tidak bisa bermain. Banyak penggemar menilai hal tersebut sebagai bentuk penghinaan.
– 65.000+ penonton hadir di Stadion Piala Dunia Seoul
– Tiket ludes terjual dengan harga mahal
– Ronaldo dijanjikan tampil minimal 45 menit, tetapi tidak bermain sama sekali
– Pertandingan dimulai terlambat satu jam karena penerbangan Juventus dari China tertunda
– Agensi The Fasta hanya memiliki 4 karyawan dan berdiri sejak 2016
Presiden K-League, Kwon Oh-gap, secara resmi meminta maaf atas ketidakhadiran Ronaldo dan mismanajemen pertandingan yang dimulai sekitar satu jam lebih lambat dari jadwal akibat keterlambatan penerbangan Juventus dari China. Sementara itu, agensi penyelenggara The Fasta menyatakan bahwa Juventus berjanji akan mengirim perwakilan untuk meminta maaf langsung ke Korea pekan ini.
Pengamat sepak bola menilai insiden ini sudah bisa diprediksi. Jadwal Juventus yang sangat padat—tiba di Seoul pada sore hari pertandingan, mengadakan sesi tanda tangan, lalu langsung bermain—dianggap terlalu berisiko. Awalnya, Juventus menginginkan pertandingan digelar sehari setelah kedatangan, tetapi bentrok dengan jadwal K-League yang sudah ada. Akhirnya disepakati pertandingan Jumat malam dengan keberangkatan segera setelah laga.
CEO The Fasta, Robin Jang, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali mempertanyakan kelayakan jadwal tersebut kepada Juventus, namun klub tetap bersikeras bisa menjalankannya. Bahkan, ada perjanjian tertulis yang menyertakan denda jika Ronaldo tidak bermain minimal 45 menit. "Kami mengeluh kepada Juventus soal Ronaldo yang tetap di bangku cadangan, tetapi klub hanya mengatakan dia tidak berniat bermain dan tidak ada yang bisa dilakukan," ujar Jang.
Denda yang harus dibayarkan Juventus disebut-sebut relatif kecil dibandingkan dengan biaya yang diterima untuk datang ke Korea. Para penggemar juga menyalahkan K-League yang mempercayakan acara besar ini kepada agensi yang tidak berpengalaman. The Fasta, yang didirikan pada Agustus 2016, hanya memiliki empat karyawan menurut portal lowongan kerja Job Korea.
Kekacauan ini berpotensi berujung pada jalur hukum. Sebuah firma hukum telah mulai menyiapkan gugatan class action terhadap penyelenggara, menuntut pengembalian uang tiket. Ke depannya, insiden ini menjadi pelajaran berharga bagi penyelenggara acara olahraga di Korea untuk lebih cermat dalam memilih mitra dan memastikan kepastian penampilan bintang yang dijanjikan kepada penggemar.



