Pangan Sebagai Pilar Pertahanan: Presiden Prabowo Tegaskan Negara Tidak Akan Survive Tanpa Swasembada
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo menegaskan di Tuban bahwa ketahanan pangan adalah aspek vital pertahanan negara.
- Menggunakan analogi militer, ia menyebut operasi pasukan tempur sangat bergantung pada ketersediaan logistik beras.
- Prabowo meminta seluruh elemen bangsa bersinergi dan fokus pada sektor pangan demi kelanggengan NKRI.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato emosional dan strategis mengenai masa depan bangsa dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Tuban, Provinsi Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026. Kepala Negara menegaskan bahwa ketahanan pangan bukan sekadar komoditas ekonomi, melainkan fondasi mutlak bagi kedaulatan, keamanan, dan keberlangsungan hidup Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Poin Utama Pidato Presiden Prabowo:
- Fakta Sejarah Bernegara: Berdasarkan literatur sejarah global, Presiden menyebut tidak ada satu pun negara di dunia yang mampu bertahan (survive) tanpa adanya sistem produksi pangan yang aman, lancar, dan berkesinambungan.
- Pangan dalam Doktrin Militer: Mengenang pengalamannya sebagai komandan pasukan tempur, Prabowo mengaitkan logistik beras dengan durasi operasi militer. "Kalau tidak ada beras, tentara itu susah beroperasi. Masalah pangan adalah masalah hidup atau mati sebuah bangsa," tegasnya.
- Sinergi dan Apresiasi Koalisi Pangan: Presiden mengucapkan terima kasih yang mendalam kepada tim pangan, Kementerian Pertanian, serta seluruh elemen yang terlibat karena dinilai telah bekerja dengan sangat solid hingga berhasil membawa Indonesia mencapai swasembada.
Refleksi Historis: Petani dan Nelayan sebagai Soko Guru Bangsa
Dalam orasinya, Presiden Prabowo menarik benang merah perjuangan masa lalu dengan tantangan geopolitik masa kini.
| Era / Pengalaman | Nilai Strategis Pangan yang Dipetik |
|---|---|
| Masa Perang Kemerdekaan | Masyarakat desa dan petani menjadi penopang utama gerilya dengan menyumbangkan makanan sederhana (ubi, pisang, tiwul) kepada tentara terlepas dari kemiskinan mereka. |
| Organisasi Tani Kontemporer | Kedekatan emosional Prabowo dengan organisasi pertanian membentuk kesadaran penuh bahwa petani dan nelayan adalah produsen makanan utama bagi seluruh rakyat. |
| Visi Masa Depan (Mulai 2026) | Pemerintah mewajibkan seluruh jajaran kabinet dan kepala daerah untuk memprioritaskan sektor agraria guna menjamin kelanggengan bangsa. |
"Setiap mereka yang ingin melihat negara dan bangsa kita langgeng, harus, harus, harus fokus dan memperhatikan masalah pangan ini. Saya belajar sejarah dan hal yang saya dapatkan adalah tidak mungkin suatu negara bertahan tanpa produksi pangan yang lancar," ujar Presiden Prabowo Subianto.
Pidato ini seolah menjadi penegas di balik masifnya pembangunan infrastruktur pangan yang digenjot pemerintah di wilayah Jawa Timur pekan ini. Presiden mengingatkan bahwa kemandirian pangan adalah harga mati agar Indonesia tidak bergantung pada impor negara lain, terutama di tengah ketidakpastian situasi geopolitik dunia saat ini. Sinergi antara pemerintah, TNI-Polri, korporasi, dan para petani lokal dinilai sebagai kunci utama agar rantai pasok makanan nasional tetap terjaga tanpa hambatan.



