Hilirisasi Limbah Pertanian: Presiden Prabowo Apresiasi Inovasi Briket Tongkol Jagung dan Pupuk Batu Bara di Tuban
Baca dalam 60 detik
- Presiden Prabowo memuji inovasi briket arang dari tongkol jagung dan pupuk dari batu bara kalori rendah di Tuban pada 16 Mei 2026.
- Inovasi pupuk baru ini ditargetkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia pada bahan baku impor dari luar negeri.
- Produk hasil inovasi tersebut akan didistribusikan murah ke masyarakat melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP).

Presiden Prabowo Subianto menyatakan rasa lega dan bangganya atas kemunculan berbagai terobosan teknologi lokal di bidang pangan dan energi terbarukan. Saat menghadiri rangkaian acara kedinasan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, pada Sabtu, 16 Mei 2026, Kepala Negara menegaskan bahwa kreativitas putra-putri bangsa menjadi modal utama Indonesia dalam menghadapi ancaman krisis global.
Dua Inovasi Strategis yang Disorot Presiden:
- Briket Arang Tongkol Jagung: Pemanfaatan limbah tongkol jagung (bonggol) yang biasanya dibuang, kini berhasil diolah menjadi briket arang sebagai sumber energi alternatif. Inovasi ini dinilai menjadi jawaban konkret di tengah kepanikan krisis energi dunia.
- Pupuk Batu Bara Kalori Rendah: Pengembangan formula pupuk alternatif yang memanfaatkan potensi batu bara kalori rendah domestik. Langkah ini diproyeksikan untuk memutus rantai ketergantungan sektor pertanian Indonesia terhadap bahan baku pupuk impor.
Mekanisme Distribusi Melalui Koperasi Desa
Agar manfaat inovasi ini dapat dirasakan langsung secara merata oleh masyarakat akar rumput, pemerintah telah menyiapkan skema hilirisasi terintegrasi.
| Sektor Kebijakan | Rencana Implementasi & Target Pemerintah (Mei 2026) |
|---|---|
| Lembaga Penyalur | Produk briket dan pupuk hasil inovasi akan didistribusikan secara masif lewat jaringan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). |
| Intervensi Harga | Pemerintah berkomitmen menjual produk-produk esensial ini dengan harga semurah-murahnya demi mendongkrak daya beli masyarakat desa. |
| Kedaulatan Jangka Panjang | Peningkatan produksi pangan lokal secara mandiri dinilai linier dengan upaya mengamankan masa depan dan kedaulatan geopolitik NKRI. |
"Begitu kita lepas dari ketergantungan pupuk dari luar negeri, kita menjadi sangat kuat. Saya minta ini diimplementasi, konsep temuan bagus. Apapun yang kau buat untuk meningkatkan produksi pangan, itu berarti anda mengamankan masa depan kita," tutur Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Negara menambahkan bahwa kedekatan para pelopor inovasi dengan lingkungan kampus, para insinyur, serta masyarakat hulu menjadi kunci lahirnya teknologi tepat guna ini. Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada level purwarupa (prototype) saja, melainkan langsung dieksekusi ke tahap industri komersial. Dengan ketersediaan energi dan pupuk murah yang diproduksi mandiri di dalam negeri, struktur ekonomi pedesaan diharapkan tumbuh lebih resilien terhadap fluktuasi pasar internasional.



