Kematian Dokter Magang di Jambi: Pemkab Tanjabbar Desak Transparansi RSUD KH Daud Arif
Baca dalam 60 detik
- dr. Myta Aprilia Azmy, dokter magang di Jambi, meninggal dunia setelah dirawat intensif di Palembang pada 1 Mei 2026.
- Pemkab Tanjabbar mendesak transparansi RSUD KH Daud Arif terkait dugaan beban kerja berlebih yang tetap diberikan meskipun dokter dalam kondisi sakit.
- Direktur RSUD membantah tuduhan perundungan dan menyatakan almarhumah memang sudah memiliki riwayat penyakit sesak napas.

Pemerintah Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar) menuntut transparansi penuh dari pengelola RSUD KH Daud Arif Kuala Tungkal terkait wafatnya dr. Myta Aprilia Azmy, seorang dokter magang (internship). Kasus ini memicu perhatian publik setelah muncul dugaan adanya beban kerja berlebih dan tekanan selama masa penugasan almarhumah.
Detail Kejadian dan Dugaan:
- Waktu Kejadian: dr. Myta meninggal dunia pada Jumat, 1 Mei 2026, setelah mendapatkan perawatan intensif di RSUP Dr. Mohammad Hoesin, Palembang.
- Dugaan Kondisi Kerja: Muncul isu bahwa almarhumah tetap diminta bekerja meskipun sedang dalam kondisi sakit.
- Laporan IDI: Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Sumatera Selatan menerima laporan adanya dugaan beban kerja yang berlebih selama masa magang.
Tanggapan dan Langkah Pihak Terkait
Pemerintah daerah dan pihak rumah sakit memberikan pernyataan berbeda terkait latar belakang insiden ini.
| Pihak | Pernyataan / Tindakan |
|---|---|
| Wakil Bupati Tanjabbar | Mendesak Dirut RSUD untuk segera menindaklanjuti sesuai aturan dan tidak menutup-nutupi informasi. |
| Direktur RSUD KH Daud Arif | Membantah adanya praktik perundungan (bullying) dan mengklaim almarhumah sudah lama mengalami gangguan kesehatan sebelum wafat. |
| Kemenkes | Telah menurunkan tim investigasi untuk mengusut secara menyeluruh penyebab kematian dr. Myta. |
"Saya meminta kepada Dirut RSUD untuk segera tindak lanjut sesuai aturan dan transparan. Jangan ada yang ditutup-tutupi," tegas Katamso SA, Wakil Bupati Tanjabbar.
Hingga saat ini, proses investigasi masih terus berjalan untuk memastikan kebenaran dari berbagai asumsi yang berkembang, termasuk dugaan saturasi oksigen almarhumah yang sempat berada di bawah 80 persen akibat beban kerja yang melampaui batas.



