Blackout Sumatra: Gangguan Transmisi 275 kV di Jambi Akibat Cuaca Ekstrem
Baca dalam 60 detik
- Cuaca buruk memicu gangguan pada saluran transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Jambi, menyebabkan pemadaman massal di sebagian besar Sumatra.
- PLN mengerahkan ratusan personel untuk memulihkan sistem kelistrikan secara bertahap, dengan prioritas pada infrastruktur kritis seperti rumah sakit.
- Insiden ini menyoroti kerentanan jaringan transmisi Sumatra terhadap faktor alam dan pentingnya investasi pada sistem cadangan yang lebih andal.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6623439/original/022428900_1779454095-WhatsApp_Image_2026-05-22_at_19.41.54.jpeg)
Jumat malam, 22 Mei 2026, sebagian besar Pulau Sumatra lumpuh total akibat pemadaman listrik massal yang dipicu oleh cuaca buruk di Provinsi Jambi. Gangguan pada saluran transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai di Kabupaten Bungo menyebabkan aliran listrik terputus secara serentak di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, dan sekitarnya sejak pukul 18.30 WIB. Peristiwa ini mengingatkan kembali pada kerentanan infrastruktur kelistrikan nasional terhadap faktor alam yang sulit diprediksi.
Menurut Executive Vice President Komunikasi Korporat & TJSL PLN, Gregorius Adi Trianto, tim teknis telah berhasil mengidentifikasi sumber gangguan dan mulai memulihkan sistem secara bertahap. "Berdasarkan hasil penelusuran, diketahui terdapat gangguan pada transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai yang disebabkan oleh cuaca buruk," jelasnya. PLN mengerahkan ratusan personel di seluruh unit induk wilayah untuk mempercepat proses normalisasi, dengan prioritas pada fasilitas vital seperti rumah sakit dan bandara.
Dampak blackout terasa luas, mulai dari gangguan aktivitas warga hingga pelayanan publik. Di Medan, warga melaporkan ketidakstabilan tegangan sebelum akhirnya padam total. Di RSUD dr. Fauziah Bireuen, Aceh, listrik padam selama enam detik sebelum genset otomatis menyala. Dokter spesialis paru di rumah sakit tersebut, dr. Hulaimi, Sp.P., mengkhawatirkan nasib puskesmas di daerah terpencil yang mungkin tidak memiliki cadangan bahan bakar memadai. "Yang lebih mengkhawatirkan kalau lama justru di Puskesmas. Tapi pastinya kami sudah mempersiapkan mitigasi," ujarnya.
Gangguan terjadi pada transmisi 275 kV Muara Bungo–Sungai Rumbai, Jambi, akibat cuaca buruk. Pemadaman meliputi Aceh, Sumut, Riau, Sumsel, Lampung, dan sekitarnya. PLN mengerahkan ratusan personel untuk pemulihan.
Kesigapan PLN dalam merespons insiden ini patut diapresiasi, namun peristiwa ini kembali membuka diskusi tentang ketahanan sistem kelistrikan Sumatra. Jaringan transmisi 275 kV yang menjadi tulang punggung distribusi listrik antarprovinsi ternyata rentan terhadap gangguan tunggal. Investasi pada sistem proteksi berlapis, diversifikasi jalur transmisi, serta pengembangan energi terbarukan yang terdesentralisasi bisa menjadi solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko blackout serupa di masa depan.
PLN memastikan proses pemulihan berjalan aman dan meminta masyarakat memantau informasi melalui aplikasi PLN Mobile. Gregorius menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Ke depan, insiden ini diharapkan menjadi momentum bagi regulator dan operator untuk memperkuat infrastruktur kelistrikan nasional, terutama di wilayah rawan cuaca ekstrem.



