Tiongkok Blokir Akuisisi Meta terhadap Perusahaan AI Manus demi Lindungi Aset Strategis
Baca dalam 60 detik
- Tiongkok memblokir akuisisi Meta terhadap Manus, sebuah startup AI yang mengembangkan teknologi "general agent".
- Langkah ini dilakukan sebagai upaya Tiongkok untuk mencegah teknologi AI lokal menjadi milik pihak Barat.
- Manus sempat mencoba menghindari regulasi dengan pindah ke Singapura, namun tetap dijegal oleh investigasi Tiongkok yang dimulai sejak Januari 2026.

Pemerintah Tiongkok secara resmi melarang Meta untuk mengakuisisi perusahaan rintisan AI, Manus. Keputusan ini diambil oleh regulator investasi asing Tiongkok yang mengharuskan kedua belah pihak untuk membatalkan transaksi akuisisi tersebut sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku.
Detail Pemblokiran Akuisisi:
- Subjek: Akuisisi Meta terhadap Manus (perusahaan AI "general agent").
- Keputusan Regulator: Pelarangan investasi asing dalam proyek Manus dan penarikan transaksi akuisisi.
- Latar Belakang Manus: Muncul pada Maret 2025 dengan teknologi agen umum berbasis desktop Ubuntu.
- Kronologi: Meta membeli Manus pada Desember 2025, namun Tiongkok memulai investigasi pada Januari 2026.
Motivasi di Balik Keputusan Beijing
Langkah Beijing ini merupakan sinyal kuat bahwa Tiongkok tidak ingin aset AI lokalnya jatuh ke tangan perusahaan Barat. Meskipun Manus sempat memindahkan kantor pusatnya ke Singapura untuk menghindari regulator Tiongkok dan mempermudah akses modal, pemerintah Tiongkok tetap melakukan pengawasan ketat terhadap transaksi ini sebagai bagian dari perlindungan aset teknologi strategis.
| Aspek Strategis | Keterangan |
|---|---|
| Status Teknologi AI | Baik Beijing maupun Washington menganggap AI buatan lokal sebagai aset strategis nasional. |
| Kendali Perusahaan | Tiongkok tidak menyukai perusahaan lokal yang berpindah negara untuk menghindari regulasi. |
| Dampak bagi Meta | Menghambat visi Mark Zuckerberg dalam memberikan "personal superintelligence" kepada pelanggan. |
"Beijing telah membuat keputusan untuk melarang investasi asing dalam proyek Manus sesuai dengan hukum dan peraturan, dan mengharuskan pihak-pihak yang terlibat untuk menarik transaksi akuisisi tersebut," tulis pernyataan resmi regulator Tiongkok.
Hingga saat ini, dampak teknis dari pembatalan ini bagi Meta masih belum dapat dipastikan sepenuhnya. Meskipun akuisisi dibatalkan, ada kemungkinan tim AI Meta telah mempelajari teknologi Manus selama proses negosiasi berlangsung. Meta sendiri terus berupaya meningkatkan bisnis iklannya melalui AI, meskipun model-model terbarunya masih dianggap kurang memuaskan oleh sebagian pengamat industri.



