Xbox Siapkan Strategi Baru: Hidupkan Kembali Warisan Game Klasik
Baca dalam 60 detik
- Microsoft menunjuk Matthew Ball sebagai direktur strategi Xbox dengan fokus utama menghidupkan kembali franchise legendaris yang telah lama vakum.
- Langkah ini merupakan bagian dari upaya memperkuat posisi bisnis konsol Xbox di tengah persaingan ketat industri game.
- Beberapa judul seperti Banjo-Kazooie dan Perfect Dark masuk dalam daftar prioritas, meskipun proyek Perfect Dark terbaru dibatalkan pada Juli 2025.

Microsoft kembali melakukan perombakan strategis di jajaran eksekutif divisi gamingnya. Pekan ini, dua figur baru resmi menduduki posisi kunci, salah satunya Matthew Ball yang kini menjabat sebagai direktur strategi Xbox. Kehadiran Ball membawa angin segar bagi para penggemar setia merek tersebut.
Menurut laporan Bloomberg, misi utama Ball adalah mengembalikan kejayaan Xbox seperti masa-masa emasnya. Prioritas tertinggi yang ia canangkan adalah menghidupkan kembali franchise-franchise ikonik yang selama ini terbengkalai, sekaligus memperkuat bisnis konsol Xbox. Langkah ini dinilai sebagai respons terhadap tekanan kompetitif dari PlayStation dan layanan cloud gaming.
Beberapa franchise yang masuk dalam daftar revitalisasi antara lain Banjo-Kazooie, Conker, Project Gotham Racing, dan Perfect Dark. Khusus untuk Perfect Dark, proyek reboot yang telah dikembangkan sejak 2018 akhirnya dibatalkan pada Juli 2025. Meski demikian, Ball belum mengungkapkan detail lebih lanjut mengenai bentuk kebangkitan masing-masing seri tersebut.
Langkah ini juga sejalan dengan strategi Microsoft yang semakin agresif dalam mengakuisisi studio game, seperti yang terlihat pada pembelian Activision Blizzard. Dengan portofolio yang lebih luas, Xbox memiliki peluang besar untuk meremajakan merek-merek lama yang sempat terlupakan.
Para analis industri menilai bahwa fokus pada warisan franchise dapat menjadi pembeda bagi Xbox di tengah tren layanan berlangganan dan game sebagai platform. Namun, tantangan terbesar adalah memastikan kualitas produksi tetap tinggi sehingga mampu bersaing dengan judul-judul modern.
Ke depan, publik akan menanti realisasi dari visi Ball. Apakah langkah ini cukup untuk mengembalikan pamor Xbox atau hanya sekadar nostalgia belaka, waktu yang akan menjawab.



