Isu DRM Mengejutkan di PlayStation: Benarkah Sony Wajibkan Pemain Online Tiap 30 Hari?
Baca dalam 60 detik
- Beredar rumor yang menyebutkan pembaruan firmware terbaru PS4 dan PS5 diam-diam memasukkan sistem DRM yang mewajibkan pemain terhubung ke internet setiap 30 hari untuk mempertahankan lisensi game digital mereka.
- Kabar yang diviralkan oleh Modded Hardware dan Lance McDonald ini memicu kemarahan komunitas terkait hak kepemilikan game digital.
- Meski UI konsol menampilkan tanggal "kedaluwarsa", komunitas pelestari game DoesItPlay menduga ini hanyalah bug visual yang tidak disengaja oleh Sony saat mereka tengah menambal celah keamanan sistem, bukan sebuah kebijakan DRM baru.

Dalam beberapa hari terakhir, jagat maya dihebohkan oleh laporan yang mengklaim bahwa Sony diam-diam telah memasukkan teknologi DRM (Digital Rights Management) baru pada konsol PlayStation 4 dan PlayStation 5. Sistem yang diduga disisipkan pada pembaruan firmware terbaru ini dikabarkan memberikan batas waktu 30 hari untuk game digital baru, mengharuskan pemain terhubung ke internet guna memvalidasi ulang pembelian mereka.
Fakta Kunci Isu DRM PlayStation:
- Klaim Utama: Game digital yang dibeli sejak bulan Maret dikabarkan memiliki batas waktu kedaluwarsa layaknya game PlayStation Plus, yang membutuhkan koneksi internet setiap 30 hari agar lisensinya tidak dicabut.
- Awal Mula Rumor: Berasal dari temuan pembuat konten modifikasi konsol, Modded Hardware, yang menunjukkan batas kedaluwarsa pada firmware PS4 versi 13.50.
- Klarifikasi Terkini: Ada dugaan kuat bahwa masalah ini hanyalah bug antarmuka (UI) yang tidak disengaja akibat perbaikan sistem keamanan oleh Sony.
Awal Mula Kepanikan Komunitas
Kepanikan ini mulai membesar setelah unggahan dari Lance McDonald di platform X (sebelumnya Twitter) menjadi viral. McDonald menuliskan peringatan keras: "Jika Anda membeli game digital dan tidak menghubungkan konsol Anda ke internet selama 30 hari, lisensi Anda akan dihapus." Cuitan tersebut langsung memicu kekhawatiran para kolektor dan pemain yang lebih menyukai permainan luring (offline).
| Pihak yang Mengungkap Isu | Keterangan / Temuan |
|---|---|
| Modded Hardware | Mempublikasikan video bukti bahwa informasi sistem untuk game PS4 yang dibeli mulai Maret dan seterusnya kini menampilkan tanggal kedaluwarsa. |
| Lance McDonald | Memviralkan isu ini di media sosial dengan mengutip video dari Modded Hardware, memicu protes massal terkait hak kepemilikan digital. |
| DoesItPlay | Berhasil mereplikasi masalah tersebut, namun kemudian menerima kabar dari orang dalam anonim bahwa ini hanyalah bug yang tidak disengaja oleh Sony saat menambal sebuah exploit keamanan. |
Ancaman Nyata atau Sekadar Bug Visual?
Meskipun bukti tanggal kedaluwarsa di menu informasi game memang ada, penulis Kotaku, Lewis Parker, mencatat bahwa hingga saat ini belum ada bukti nyata bahwa game tersebut benar-benar tidak bisa dimainkan setelah batas waktu 30 hari terlampaui. Selain itu, bukti langsung mengenai isu ini di PS5 juga belum ditemukan secara konkret.
"Meski ketakutan DRM terbaru ini ternyata hanya sekadar glitch (kutu sistem), tidak akan mengejutkan jika pemegang platform konsol mencoba meluncurkan pembatasan seperti ini di masa depan," catat artikel tersebut, menyoroti tren industri menuju masa depan serba digital yang mengancam hak kepemilikan pemain.



