Kakek 91 Tahun Tamatkan 'Resident Evil 9' Hanya Bermodalkan Buku Catatan Tanpa Panduan Internet
Baca dalam 60 detik
- Seorang kreator Bilibili berusia 91 tahun asal China, Yang Binglin, berhasil menamatkan game horor Resident Evil 9: Requiem murni dengan kemampuannya sendiri tanpa panduan internet.
- Sebagai mantan insinyur, ia menggunakan metode analog dengan mencatat segala sesuatunya di buku tulis, mulai dari menggambar peta eksplorasi, memecahkan teka-teki, hingga menganalisis kelemahan monster.
- Yang Binglin, yang memegang Rekor Dunia Guinness sebagai kreator game tertua di Bilibili, menasihati gamer muda untuk tetap disiplin dan menyeimbangkan hobi bermain game dengan kehidupan nyata.

Seorang kakek berusia 91 tahun membuktikan bahwa usia hanyalah angka di dunia gaming. Yang Binglin, seorang streamer asal China, baru-baru ini berhasil menamatkan game horor bertahan hidup terbaru dari Capcom, Resident Evil 9: Requiem, murni dengan pendekatan analog tanpa bantuan tutorial dari internet.
Fakta Kunci Yang Binglin:
- Pemegang Rekor Dunia: Diakui oleh Guinness World Records pada Desember 2024 sebagai "Kreator Konten Video Game Bilibili Tertua", dan kini memiliki lebih dari 273.000 subscriber.
- Latar Belakang: Merupakan pensiunan insinyur minyak dan gas yang mulai aktif bermain game sejak pensiun pada 1996, dan telah mengoleksi lebih dari 500 disk game fisik.
- Gaya Bermain: Menolak keras mencari video panduan (walkthrough) daring. Ia lebih memilih menggunakan keterampilan kognitif dan buku catatan tulisan tangannya sendiri untuk menyelesaikan game.
Latar belakangnya sebagai insinyur selama puluhan tahun terbukti menjadi aset terbesar dalam menaklukkan tingkat kesulitan tinggi di Resident Evil 9. Dengan pemikiran analitisnya, Yang Binglin menyusun strategi bertahan hidup yang sangat terstruktur menggunakan sebuah buku catatan dan pena.
Metode Catatan Analog Sang Kakek
Alih-alih mengandalkan memori instan atau internet, kakek ini membedah game tersebut seperti sebuah proyek teknik. Berikut adalah elemen kunci yang ia rekam secara manual:
| Fokus Catatan | Detail Analisis & Strategi |
|---|---|
| Pemetaan (Mapping) | Menggambar peta secara manual untuk membedakan area yang sudah dan belum dijelajahi, membantunya menavigasi struktur dunia game yang rumit. |
| Pemecahan Teka-teki | Merangkum dokumen-dokumen dalam game untuk menyelesaikan teka-teki multi-tahap, termasuk menyusun kombinasi brankas dan urutan pola secara logis. |
| Manajemen Tempur | Mencatat lokasi kemunculan musuh, pola serangan, hingga kelemahan monster utama (seperti Lickers). Ia juga menghitung efisiensi dan konsumsi peluru dari setiap senjata. |
"Penting untuk menyeimbangkan bermain game dengan studi atau pekerjaan," pesan Yang Binglin kepada para gamer muda. Ia menekankan perlunya membuat jadwal agar tidak terlalu tenggelam dalam dunia virtual, bahkan bagi seseorang yang sudah pensiun seperti dirinya.
Meski memiliki gairah luar biasa terhadap game, Yang tetap mempertahankan kedisiplinan hidup yang ketat. Ia bangun pagi untuk bermain tenis meja, berbelanja bahan makanan, membatasi waktu bermain game hanya tiga jam di sore hari, dan tidur tepat waktu pada pukul 21.30. Kini, sang kakek inspiratif tersebut dilaporkan telah memulai putaran permainan keduanya (second playthrough) untuk lebih menyempurnakan catatan analognya.



