Cuplikan Terbaru Beredar, Jude Bellingham dan Vinicius Jr Terlibat Adu Mulut Panas Saat Madrid Tersingkir
Baca dalam 60 detik
- Real Madrid tersingkir di perempat final Liga Champions oleh Bayern Munich dalam laga yang diwarnai ketegangan tinggi dan insiden kartu merah.
- Beredar cuplikan yang memperlihatkan Vinicius Jr membentak dan mengumpat kepada Jude Bellingham karena selisih paham saat membangun serangan di area penalti.
- Seusai pertandingan, para pemain Madrid dan manajer Alvaro Arbeloa meluapkan kemarahan besar kepada wasit Slavko Vincic yang dinilai merusak jalannya pertandingan melalui keputusan kartu merah yang kontroversial.

Real Madrid resmi tersingkir dari ajang Liga Champions di babak perempat final setelah ditaklukkan oleh Bayern Munich. Laga krusial di Allianz Arena tersebut tidak hanya menyisakan kekecewaan, tetapi juga diwarnai dengan ketegangan internal antara dua bintang mereka, Jude Bellingham dan Vinicius Junior.
Fakta Kunci Drama di Allianz Arena:
- Adu Mulut Internal: Kamera menangkap momen panas di mana Vinicius Jr membentak Jude Bellingham setelah gagal memberikan umpan kunci di area penalti.
- Petaka Menit Akhir: Saat agregat imbang 4-4, Eduardo Camavinga mendapat kartu merah pada menit ke-86, yang kemudian dimanfaatkan Bayern untuk mencetak dua gol tambahan dan menghindari babak perpanjangan waktu.
- Protes Keras: Kepemimpinan wasit Slavko Vincic memicu kemarahan besar dari para pemain dan ofisial Real Madrid seusai peluit panjang dibunyikan.
Titik nyala perselisihan antar-pemain Madrid itu terjadi ketika Vinicius menguasai bola dan merangsek ke arah gawang, sementara Bellingham berlari ke area penalti menuntut umpan. Sentuhan buruk Vinicius memungkinkan Dayot Upamecano mempersempit sudut dan menutup jalur umpan. Bellingham terlihat sangat gelisah dan kesal dengan keputusan rekannya tersebut.
Merespons rasa frustrasi Bellingham, Vinicius tertangkap kamera menjawab dengan penuh amarah: "Apa yang kamu mau? Apa yang kamu mau? Tutup mulutmu." Ia kemudian berteriak dalam bahasa Portugis yang berisi umpatan kasar.
Kekacauan Pascapertandingan dan Protes terhadap Wasit
Kondisi tim asuhan Alvaro Arbeloa semakin kacau setelah peluit akhir dibunyikan. Para punggawa Los Blancos langsung mengerumuni dan melabrak wasit asal Slovenia, Slavko Vincic. Berikut adalah rincian insiden yang terjadi terkait kepemimpinan wasit:
| Pihak yang Terlibat | Aksi dan Pernyataan |
|---|---|
| Eduardo Camavinga & Arda Guler | Camavinga diusir keluar pada menit ke-86 (kartu kuning kedua karena membuang waktu). Guler kemudian juga mendapat kartu merah karena protes keras (dissent). |
| Antonio Rudiger, Vinicius & Dani Carvajal | Rudiger dan Vinicius memimpin protes paling vokal. Carvajal, meski hanya duduk di bangku cadangan, terdengar mengumpat bahwa kekalahan tersebut adalah kesalahan wasit. |
| Jude Bellingham & Alvaro Arbeloa | Bellingham menyebut kartu merah itu sebagai "lelucon". Manajer Arbeloa secara terbuka menuduh wasit Vincic telah menghancurkan pertandingan yang sangat seimbang. |
Kekecewaan mendalam sangat terasa di kubu Real Madrid. Keputusan wasit yang dinilai kontroversial membuat tim raksasa Spanyol itu merasa dirugikan, mengakhiri perjalanan mereka di kompetisi Eropa musim ini dengan amarah dan frustrasi.



