Polisi Inggris Tangkap Dua Remaja Terkait Serangan Pembakaran Sinagog: Dikaitkan dengan Taktik Proxy Iran
Baca dalam 60 detik
- Gelombang Serangan terhadap Komunitas Yahudi: Sejak 23 Maret, telah terjadi enam serangan terhadap sasaran Yahudi di London, termasuk pembakaran empat ambulans milik badan amal Yahudi.
- Taktik 'Preman Bayaran' Hybrid War: Polisi menyelidiki kemungkinan Iran merekrut kriminal lokal untuk melakukan aksi teror dengan imbalan uang tunai—bagian dari perang proxy modern.
- Ancaman Eskalasi Serius: Kepala Rabi memperingatkan bahwa "kampanye kekerasan dan intimidasi berkelanjutan" terhadap komunitas Yahudi Inggris semakin mengumpul momentum, dan pihak berwenang tidak boleh menunggu korban jiwa untuk bertindak.

Kepolisian London (Metropolitan Police Service) pada Senin (21/4) mengumumkan penangkapan dua remaja pria (usia 19 dan 17 tahun) yang terkait dengan serangan pembakaran terhadap Kenton United Synagogue di borough Harrow, London barat laut, akhir pekan lalu. Wakil Komisaris Matt Jukes mengungkapkan bahwa departemennya telah melakukan total 15 penangkapan terkait enam serangan terhadap sasaran Yahudi dan sebuah organisasi media berbahasa Persia yang kritis terhadap pemerintah Iran selama beberapa pekan terakhir. Satu jalur penyelidikan serius mengarah pada dugaan bahwa Iran menyewa kriminal lokal untuk melakukan aksi-aksi ini di tengah ketegangan Timur Tengah, termasuk perang AS-Israel melawan Republik Islam.
Dalam insiden paling mutakhir, botol berisi cairan mudah terbakar dilemparkan melalui jendela sinagog di Harrow pada Sabtu malam, menyebabkan kerusakan akibat asap. Serangkaian insiden ini dimulai pada 23 Maret ketika serangan pembakaran menghancurkan empat ambulans milik badan amal Yahudi yang melayani orang-orang dari semua agama di London utara. Belum ada korban luka dalam insiden-insiden tersebut. Polisi kontraterorisme kini menangani penyelidikan. Jukes menggambarkan pola yang terlihat: "aktor lain berupa preman bayaran, orang-orang menerima uang tunai yang tampak seperti uang cepat dan mudah. Ini adalah bagian dari perang hybrid modern yang dilakukan melalui proxy (perantara)."
Dari perspektif keamanan nasional dan intelijen, pola serangan ini mengonfirmasi peringatan MI5 (dinas intelijen domestik Inggris) bahwa lebih dari 20 plot "berpotensi mematikan" yang didukung Iran berhasil digagalkan dalam kurun waktu hingga Oktober lalu. Sebuah kelompok yang menamai diri Harakat Ashab al-Yamin al-Islamia (Gerakan Islam Para Sahabat Kanan) mengklaim bertanggung jawab atas sebagian besar serangan di Inggris. Kelompok yang sama juga mengklaim insiden dalam beberapa bulan terakhir di tempat ibadah, bisnis, dan institusi keuangan di seluruh Eropa—semuanya tampaknya terkait dengan kepentingan Yahudi atau Israel. Pemerintah Israel menggambarkan kelompok tersebut sebagai entitas yang baru didirikan dengan dugaan hubungan dengan "proxy Iran." Insiden lain yang memperparah ketegangan: polisi menutup Kensington Gardens (taman pusat London yang dikunjungi ribuan turis) pada Jumat lalu setelah sebuah kelompok yang dikaitkan Israel dengan Iran memposting video yang mengklaim bahwa Kedutaan Besar Israel di London akan diserang dengan drone yang membawa zat berbahaya. Polisi menemukan dua toples berisi bubuk yang ternyata tidak berbahaya.
"Untunglah, tidak ada korban jiwa. Namun kami tidak bisa, dan tidak boleh, menunggu sampai itu berubah sebelum kami memahami betapa berbahayanya momen ini bagi seluruh masyarakat kami." — Kepala Rabi Ephraim Mirvis
Ke depan, kantor Perdana Menteri Keir Starmer menyatakan bahwa ia "berbagi keterkejutan negara atas serangan antisemit baru-baru ini" dan bertekad memberikan keamanan yang layak bagi komunitas Yahudi. Tantangan bagi otoritas Inggris adalah membedakan antara serangan yang benar-benar disponsori negara (Iran) versus aksi oportunistik yang memanfaatkan ketegangan geopolitik. Yang jelas, taktik "preman bayaran" yang murah dan mudah dieksekusi ini menciptakan masalah baru bagi keamanan domestik Eropa: musuh tidak perlu menyusupkan agen terlatih, cukup memanfaatkan kriminal lokal yang butuh uang cepat. Bagi para analis keamanan dan investor yang mengamati risiko geopolitik, eskalasi ini menandakan bahwa konflik Timur Tengah kini telah meluas ke jantung Eropa melalui asimetri proxy—dan sinagog, kedutaan, hingga taman umum di London menjadi medan pertempuran baru.



