Sikap Diam Dejphon Chansiri Hambat Proses Akuisisi Sheffield Wednesday oleh David Storch
Baca dalam 60 detik
- Proses akuisisi Sheffield Wednesday oleh konsorsium David Storch terhambat karena mantan pemilik klub, Dejphon Chansiri, menolak untuk merespons negosiasi restrukturisasi utang.
- Sesuai aturan EFL, klub terancam sanksi pengurangan 15 poin di League One musim depan jika gagal membayar minimal rasio tertentu kepada para krediturnya.
- Selain krisis finansial dan ancaman poin minus, calon pemilik baru juga dihadapkan pada masalah infrastruktur stadion yang membutuhkan perbaikan berbiaya besar.

Sikap diam Dejphon Chansiri kini menjadi ancaman serius bagi masa depan Sheffield Wednesday. Klub yang baru saja dipastikan terdegradasi ke League One tersebut tengah berada di ambang penyelesaian proses akuisisi oleh konsorsium pimpinan David Storch, namun saga ini terus tertunda akibat keengganan mantan pemilik asal Thailand tersebut untuk merespons negosiasi.
Fakta Kunci Saga Akuisisi Sheffield Wednesday:
- Status Tawaran: Konsorsium Arise Capital Partners yang dipimpin David Storch merupakan penawar utama dengan nilai sekitar £20 juta dan menargetkan kesepakatan rampung pada 1 Mei.
- Ancaman Pengurangan Poin: Tawaran saat ini hanya mengembalikan sekitar 6p per poundsterling kepada kreditur tanpa jaminan. Aturan EFL mensyaratkan rasio 25p untuk menghindari hukuman pengurangan 15 poin musim depan.
- Kunci di Tangan Chansiri: Dejphon Chansiri adalah pemegang porsi utang terbesar klub. Jika ia setuju untuk menurunkan nilai utang yang menjadi haknya, klub bisa memenuhi syarat EFL dan terhindar dari sanksi.
Hingga saat ini, belum ada titik terang dari pihak mantan pemilik. Kebuntuan ini membuat persiapan klub untuk membangun ulang skuad menyambut musim 2026/27 di kompetisi League One menjadi terbengkalai.
Dalam sebuah pernyataan terbaru kepada para penggemar, Storch mengungkapkan bahwa seluruh upaya untuk membuka diskusi dengan Chansiri—yang difasilitasi melalui pihak administrator Begbies Traynor—telah diabaikan dan sama sekali tidak mendapat tanggapan.
Masalah Bertumpuk Menanti Pemilik Baru
Keengganan Chansiri untuk berkomunikasi hanyalah satu dari serangkaian masalah pelik yang saat ini menyelimuti Sheffield Wednesday. Berikut adalah rincian krisis yang harus dihadapi oleh konsorsium David Storch:
| Sektor Masalah | Detail & Keterangan |
|---|---|
| Regulasi & Sanksi EFL | Pihak EFL telah menolak permintaan untuk membawa kasus ini ke arbitrase independen, memastikan bahwa tidak akan ada kelonggaran aturan terkait ancaman penalti poin. |
| Negosiasi Utang | Gagalnya komunikasi dengan Chansiri membuat klub hampir pasti akan mengawali musim depan dengan minus 15 poin jika struktur utang tidak segera diubah. |
| Infrastruktur Stadion | Evaluasi di belakang layar menemukan masalah serius pada fasilitas Stadion Hillsborough, mulai dari pasokan air dasar hingga kapasitas listrik yang membutuhkan investasi perbaikan berbiaya besar dan cepat. |
Bagi suporter Sheffield Wednesday, pola ketidakpastian ini seolah menjadi mimpi buruk yang terus berulang. Setelah melewati musim yang didominasi oleh degradasi dan pengurangan poin, kini terdapat ancaman nyata bahwa nasib serupa akan kembali menghantui mereka di musim mendatang jika kesepakatan gagal dicapai.



