Pipi Anwar BAB Memar Usai Ditampar Ibu-ibu Saat Minta Foto Bareng: "Katanya Gemas"
Baca dalam 60 detik
- Presenter dan komedian Anwar BAB mengalami memar dan kemerahan di area pipi hingga rahang setelah ditampar oleh seorang ibu-ibu (penggemar) yang sedang meminta foto bersama.
- Penggemar tersebut melakukan tindakan fisik kasar tanpa izin dengan dalih merasa sangat "gemas" kepada Anwar.
- Melalui akun media sosialnya, Anwar meminta agar para penggemar tidak sembarangan menyentuh, mencubit, atau menampar artis, serta menyoroti pentingnya menjaga ruang privasi dan etika.

Pengalaman kurang menyenangkan sekaligus menyakitkan baru saja dialami oleh presenter dan komedian Anwar Sanjaya, atau yang lebih akrab disapa Anwar BAB. Niat hati ingin melayani permintaan foto bersama penggemar, wajahnya justru mengalami memar akibat perlakuan fisik yang berlebihan.
Fakta Kunci Kejadian Anwar BAB:
- Kronologi Insiden: Bermula ketika sejumlah penggemar menghampiri Anwar untuk meminta foto bersama, namun interaksi tersebut berujung pada tindakan fisik (tamparan/cubitan) karena sang penggemar merasa gemas.
- Kondisi Anwar: Melalui unggahan di akun Threads pribadinya pada 10 April 2026, presenter berusia 32 tahun itu memperlihatkan kondisi wajahnya yang memerah dan memar di area pipi hingga rahang.
- Peringatan Tegas: Kejadian ini membuat Anwar angkat bicara dan meminta publik untuk lebih menghargai batasan ruang personal (personal space) seorang figur publik saat berinteraksi secara langsung.
Meskipun selama ini dikenal sebagai sosok artis yang sangat ramah, ceria, dan menghibur, Anwar menegaskan bahwa tindakan kekerasan fisik berkedok rasa "gemas" sama sekali tidak bisa dibenarkan karena menimbulkan rasa sakit yang nyata.
"Please buat ibu-ibu, kalau mau minta foto jangan nyentuh, jangan nyubit, jangan nampar, jangan grepe-grepe. Iya tahu gemas katanya, tapi saya sakit banget bu ditampar katanya gemas," keluh Anwar Sanjaya dalam unggahannya.
Reaksi Warganet dan Etika Berinteraksi dengan Idola
Insiden ini kembali membuka diskusi publik mengenai fenomena agresivitas penggemar dan pentingnya menjaga etika saat bertemu figur publik kesayangan di dunia nyata.
| Fokus Sorotan Publik | Keterangan & Reaksi Warganet |
|---|---|
| Dukungan untuk Bersikap Tegas | Banyak warganet yang menyarankan Anwar untuk tidak perlu merasa nggak enakan dan berhak menegur atau marah secara langsung di tempat kejadian agar pelaku sadar akan kesalahannya. |
| Pelanggaran Batasan Privasi | Tindakan menyentuh, memukul, atau mencubit tanpa izin dinilai warganet sebagai sebuah bentuk penyiksaan fisik yang telah melewati batas, bukan lagi sekadar bentuk kasih sayang atau kegemasan. |
Kejadian yang menimpa Anwar menjadi pengingat penting bahwa interaksi yang sehat antara penggemar dan idola harus selalu dibangun atas dasar sikap saling menghormati dan menghargai privasi satu sama lain.



