Demi Uang dan Keluarga: Alasan Mengejutkan Conor Benn Tinggalkan Matchroom demi Zuffa Boxing
Baca dalam 60 detik
- Conor Benn menegaskan kepindahannya dari promotor Matchroom ke Zuffa Boxing dilakukan murni karena tawaran finansial yang fantastis demi mengamankan masa depan keluarganya
- Bersama Zuffa Boxing Benn dilaporkan menerima bayaran luar biasa sebesar 15 juta poundsterling hanya untuk satu pertarungan non gelar melawan Regis Prograis pada April mendatang
- Wawancara eksklusif Benn dengan jurnalis Adam Catterall menuai kecaman keras karena sang jurnalis dianggap lembek dan sengaja menghindari pertanyaan tajam seputar skandal doping di masa lalu

Petinju asal Inggris, Conor Benn, akhirnya buka suara mengenai alasan utamanya meninggalkan promotor lamanya, Matchroom Boxing, untuk menyeberang ke Zuffa Boxing. Jawabannya singkat dan padat: uang demi mengamankan warisan dan masa depan keluarganya.
Kepindahan petinju peringkat satu WBC ini pada 20 Februari 2026 lalu cukup mengejutkan publik tinju dunia. Pasalnya, Matchroom yang dipimpin oleh Eddie Hearn telah membesarkan namanya sejak debut profesional pada tahun 2016. Saat ditanya apakah ia merasa berutang budi kepada Matchroom yang menemaninya melewati skandal tes doping, petarung berusia 29 tahun itu dengan tegas menjawab tidak.
- Promotor Baru: Zuffa Boxing.
- Laga Berikutnya: Melawan Regis Prograis (37 tahun) pada 11 April 2026.
- Nilai Kontrak: Dilaporkan mencapai Β£15 juta (sekitar Rp300 miliar) hanya untuk satu pertarungan non-gelar 10 ronde.
- Target Utama: Mendapatkan duel perebutan gelar juara dunia WBC pada akhir tahun ini.
Benn merasa satu-satunya pihak yang kepadanya ia berutang budi adalah keluarganya. Ia bahkan menggunakan karier ayahnya, legenda tinju Nigel Benn, sebagai tolok ukur betapa kejamnya industri ini setelah seorang petarung pensiun. Ia menyentil pihak Matchroom yang sempat menolak membayarkan tiket pesawat kelas bisnis untuk ayahnya, sebagai pengingat bahwa kepedulian promotor memiliki batas waktu.
Di sisi lain, wawancara eksklusif Benn dengan jurnalis Adam Catterall memicu gelombang kritik keras dari para penggemar. Catterall, yang sebelumnya sangat vokal mengkritik skandal doping Benn, dinilai terlalu ramah dan menghindari pertanyaan tajam. Sang jurnalis pun akhirnya merilis permintaan maaf secara publik dan mengakui bahwa performa wawancaranya sangat mengecewakan. Pemimpin Redaksi BBN, Tim Rickson, turut mengkritik keputusan Benn yang dianggap kurang loyal, serta menyoroti menurunnya integritas jurnalisme olahraga modern.
| Perbandingan Pendapatan Conor Benn | Keterangan |
|---|---|
| Bersama Matchroom (2025) | Β£15,8 Juta (Dari total dua pertarungan melawan Chris Eubank Jr.) |
| Bersama Zuffa Boxing (2026) | Β£15 Juta (Hanya dari satu laga non-gelar melawan Regis Prograis) |
Dengan gaya hidupnya yang mewah dan koleksi mobil bernilai miliaran rupiah, banyak pihak yang menilai bahwa Benn sebenarnya sudah memiliki kekayaan finansial turun-temurun, sehingga alasan murni demi uang ini dianggap sebagai manuver yang sedikit oportunistis.



