Peristiwa bocornya slip gaji Tom Aspinall per Maret 2026 ini menjadi amunisi baru bagi kritikus seperti Eddie Hearn untuk menyerang model bisnis UFC. Hearn menggunakan perbandingan pendapatan Anthony Joshua atau Tyson Fury untuk menunjukkan betapa jauh tertinggalnya bayaran atlet MMA kelas dunia dibandingkan dengan elit tinju.
Secara analitis, masalah ini bukan sekadar tentang nominal, melainkan persentase pembagian keuntungan. UFC saat ini diperkirakan hanya memberikan sekitar 13-18% dari total pendapatan kepada para atletnya, sementara di tinju atau liga olahraga besar seperti NBA, angka tersebut bisa mencapai 50%. Hearn secara strategis menggoreng isu ini untuk menarik minat petarung UFC beralih ke tinju atau mencari promotor yang lebih transparan. Bagi Dana White, ini adalah krisis reputasi yang serius. Tom Aspinall adalah aset masa depan kelas berat UFC. Jika Aspinall merasa tidak dihargai secara finansial, hal ini dapat memicu efek domino di mana petarung papan atas lainnya mulai menuntut negosiasi ulang kontrak secara kolektif. "Pemberontakan" ini bisa mengubah lanskap MMA selamanya, memaksa UFC untuk lebih kompetitif dalam hal remunerasi jika tidak ingin melihat bintang-bintang mereka menyeberang ke ring tinju hanya demi bayaran yang lebih layak.
β’ Gaji Elit UFC (Gelar): $500rb - $2 Juta per laga (Non-PPV).
β’ Gaji Elit Tinju (Gelar): $15 Juta - $40 Juta per laga.
β’ Status Aspinall: Juara Interim (Gaji dianggap tidak sebanding risiko).
β’ Fokus Eddie Hearn: Mendorong transparansi pembagian pendapatan UFC.
Langkah selanjutnya bagi Anda adalah memantau tanggapan langsung Dana White dalam konferensi pers pasca-pertarungan akhir pekan ini; ia biasanya akan membalas Hearn dengan sangat agresif. Apakah Anda ingin saya membantu menganalisis **struktur bonus PPV UFC** untuk melihat apakah ada pendapatan tersembunyi yang tidak terlihat di slip gaji Aspinall?




