Laporan Operasi Ketupat 2026: 251 Kecelakaan Terjadi dalam 12 Jam, 17 Orang Meninggal Dunia
Baca dalam 60 detik
- Polri mencatat terjadi 251 kecelakaan lalu lintas dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 pada periode 22-23 Maret, yang mengakibatkan 17 orang meninggal dunia.
- Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi akan terjadi pada 24 Maret serta 28-29 Maret, dengan rekayasa lalu lintas satu arah (one way) situasional dari KM 414 hingga KM 70.
- Volume kendaraan keluar Jakarta meningkat drastis hingga 65% dibandingkan hari normal, sehingga masyarakat diimbau untuk memastikan kondisi fisik prima dan mematuhi aturan lalu lintas demi keselamatan bersama.

Polri merilis data terbaru mengenai angka kecelakaan lalu lintas selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026. Dalam periode singkat selama 12 jam pada hari ke-11, tercatat ratusan kejadian kecelakaan yang merenggut belasan nyawa di berbagai jalur mudik.
Melansir laporan Kompas.com pada Senin (23/3/2026), Juru Bicara Satgas Humas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala, mengonfirmasi sebanyak 251 kecelakaan terjadi dalam rentang waktu Minggu malam (22/3) pukul 18.00 WIB hingga Senin pagi (23/3) pukul 06.00 WIB. Insiden tersebut mengakibatkan 17 orang meninggal dunia, 28 luka berat, dan 48 luka ringan, dengan kerugian materiil mencapai lebih dari Rp 314 juta.
Di sisi lain, volume kendaraan yang meninggalkan Jakarta melalui empat gerbang tol utama tercatat melonjak tajam hingga 65,79% dibandingkan kondisi normal, dengan total 168.159 kendaraan. Meski saat ini rekayasa lalu lintas satu arah (one way) sempat dihentikan sementara, Polri memprediksi puncak arus balik akan terjadi dalam dua gelombang, yakni pada 24 Maret serta 28-29 Maret 2026.
- Statistik Kecelakaan: 251 kejadian, 17 meninggal dunia, dan 76 orang luka-luka (berat & ringan).
- Puncak Arus Balik: Diprediksi jatuh pada Selasa, 24 Maret 2026 dan akhir pekan 28-29 Maret 2026.
- Rekayasa Lalin: Sistem one way nasional direncanakan mulai kembali 24 Maret dari KM 414 (Kalikangkung) hingga KM 70 (Cikatama) secara situasional.
Mengingat tingginya angka kecelakaan, para pemudik sangat disarankan untuk tidak memaksakan diri berkendara saat lelah dan memanfaatkan rest area secara bijak. Berikut ringkasan data kendaraan yang keluar-masuk Jakarta pada periode tersebut:
| Arus Kendaraan (via 4 Tol Utama) | Jumlah Kendaraan | Perbandingan vs Normal |
|---|---|---|
| Keluar Jakarta | 168.159 | Naik 65,79% |
| Masuk Jakarta | 122.994 | Turun 3,66% |



