Kolaborasi Pemkab Lumajang dan Yayasan AMS: Skrining Jantung Bawaan untuk 41 Anak
Baca dalam 60 detik
- Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Yayasan Adventure Makelar Surga dan RS Siti Khodijah menggelar skrining penyakit jantung bawaan gratis bagi 41 anak.
- Bupati Indah Amperawati mengapresiasi sinergi lintas sektor yang memperkuat deteksi dini dan akses layanan kesehatan anak di wilayah tersebut.
- Kolaborasi ini diharapkan menjadi model penanganan penyakit jantung bawaan yang berfokus pada pencegahan dan peningkatan kualitas hidup anak.

Pemerintah Kabupaten Lumajang bersama Yayasan Adventure Makelar Surga (AMS) dan RS Siti Khodijah Sepanjang Sidoarjo menggelar bakti sosial berupa skrining penyakit jantung bawaan di Pendopo Arya Wiraraja, Lumajang, Jawa Timur, pada Sabtu (23/5/2026). Kegiatan ini menyasar 41 anak untuk menjalani pemeriksaan medis guna mendeteksi kelainan jantung sejak dini.
Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat. Ia menilai program ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem deteksi dini dan memudahkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat, khususnya anak-anak dengan kondisi medis khusus. βTerima kasih kepada AMS yang telah membantu masyarakat Lumajang, khususnya anak-anak dengan penyakit jantung bawaan. Semoga kegiatan ini memberikan manfaat besar bagi masyarakat,β ujar Indah.
Wakil Bupati Lumajang, Yudha Adji Kusuma, menambahkan bahwa kegiatan ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan anak secara berkala. Pendekatan jemput bola yang diterapkan tim medis dinilai efektif menjangkau keluarga yang mungkin kesulitan mengakses fasilitas kesehatan.
Direktur Holding Amal Usaha Muhammadiyah Kesehatan PCM Sepanjang, Muhammad Hamdan, menyatakan komitmennya untuk membuka kerja sama jangka panjang dalam penanganan anak-anak dengan penyakit jantung bawaan di Kabupaten Lumajang. Sementara itu, Ketua Yayasan Adventure Makelar Surga, Niken Suyanti, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan untuk memberikan kesempatan yang lebih baik bagi anak-anak dalam mengakses layanan kesehatan.
Melalui penguatan deteksi dini dan kolaborasi multipihak, penanganan penyakit jantung bawaan diharapkan tidak hanya berfokus pada pengobatan kuratif, tetapi juga memberikan peluang lebih besar bagi anak untuk tumbuh, berkembang, dan memiliki kualitas hidup yang optimal. Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat penyakit jantung bawaan pada anak.



