Potret Resiliensi dari Huntara Aceh Tamiang: Kisah Ibu Nurita dan Harapan akan Hunian Tetap kepada Presiden
Baca dalam 60 detik
- Ibu Nurita, seorang ibu tunggal dengan lima anak di Aceh Tamiang, berkesempatan bertemu dan berbincang langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di unit huntara miliknya.
- Dalam pertemuan tersebut, ia mengisahkan perjuangannya bertahan hidup setelah rumah sewanya hancur diterjang banjir dan memohon kepada Presiden agar pemerintah dapat menyediakan hunian tetap (huntap) bagi warga yang tidak memiliki tanah sendiri.
- Kunjungan ini menjadi momen emosional yang mempertegas kebutuhan mendesak akan kepastian tempat tinggal bagi para pengungsi agar mereka dapat memulai kembali kehidupan yang stabil dan mandiri.

Di balik kunjungan kerja kenegaraan, terselip kisah-kisah kemanusiaan yang mendalam. Ibu Nurita, seorang orang tua tunggal di Aceh Tamiang, berkesempatan menyampaikan langsung harapan terbesarnya kepada Presiden Prabowo Subianto di tengah masa sulit pascabencana.
Berdasarkan rilis dari Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden pada Sabtu (21/3/2026), Presiden Prabowo meninjau kawasan hunian sementara (huntara) usai melaksanakan salat Idulfitri. Di sana, beliau bertemu dengan Ibu Nurita, penyintas banjir yang kehilangan rumah sewa dan seluruh harta bendanya karena terjangan air bah yang datang begitu cepat beberapa bulan lalu.
Ibu Nurita menceritakan betapa bersyukurnya ia bisa menempati huntara yang kondisinya jauh lebih layak dibandingkan tenda darurat atau jembatan tempatnya mengungsi di awal bencana. Meski hidup dengan keterbatasan sebagai single parent bagi lima anaknya, ia tetap menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas bantuan sembako dan fasilitas yang diberikan pemerintah dan para donatur.
- Kondisi Pasca-Banjir: Banyak warga kehilangan tempat tinggal secara total karena tidak sempat menyelamatkan barang apa pun saat air meninggi.
- Aspirasi Utama: Warga sangat mengharapkan realisasi Hunian Tetap (Huntap) sebagai solusi jangka panjang untuk membangun kembali kehidupan.
- Apresiasi Pemerintah: Warga merasakan kehadiran negara melalui penyediaan huntara yang lebih aman dan nyaman dibanding tempat pengungsian awal.
Pertemuan langsung antara Kepala Negara dengan warga seperti Ibu Nurita memberikan potret nyata mengenai tantangan rehabilitasi pascabencana yang masih harus dihadapi. Berikut adalah rincian profil dialog tersebut:
| Detail Interaksi | Keterangan |
|---|---|
| Tokoh Masyarakat | Ibu Nurita (Orang Tua Tunggal / Penyintas) |
| Permintaan Khusus | Realisasi Hunian Tetap (Huntap) |
| Lokasi Dialog | Unit Huntara, Kabupaten Aceh Tamiang |



