Kemacetan Parah Lumpuhkan Akses Pelabuhan Tanjung Priok, Aktivitas Depo Kontainer Jadi Biang Kerok
Baca dalam 60 detik
- Ribuan kendaraan terjebak macet total di Jalan Yos Sudarso menuju Pelabuhan Tanjung Priok pada Senin sore akibat lonjakan aktivitas depo kontainer.
- Kepala Sudinhub Jakarta Utara menyebut tiga depo—BSA, Temas, dan Seacon—sebagai pemicu utama kemacetan yang meluas hingga ke tol Ancol dan Cawang.
- Petugas Dishub telah dikerahkan di enam titik rawan, namun arus lalu lintas diperkirakan baru pulih setelah aktivitas bongkar muat di pelabuhan mereda.
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6941356/original/009069400_1779709933-Pelabuhan_Tanjung_Priok.jpeg)
Kemacetan total melumpuhkan akses utama menuju Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, pada Senin sore (25/5/2026). Ribuan kendaraan, terutama truk kontainer, terjebak di Jalan Yos Sudarso dan jalur tol sekitarnya, menyebabkan pergerakan kendaraan nyaris berhenti total selama berjam-jam.
Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Rudi Saptari, mengidentifikasi aktivitas tiga depo kontainer—BSA, Temas, dan Seacon—sebagai penyebab utama kemacetan. Lonjakan kegiatan bongkar muat di depo-depo tersebut menimbulkan antrean panjang truk yang meluber ke jalan raya. "Kemacetan ini akibat aktivitas depo kontainer di BSA, Temas, dan Seacon," ujar Rudi saat dikonfirmasi, Senin malam.
Dampak kemacetan tidak hanya dirasakan di Jalan Yos Sudarso, tetapi juga merembet ke Tol Ancol dan Tol Cawang. Banyak truk kontainer yang terpaksa mematikan mesin karena kendaraan tidak bergerak sama sekali hingga malam hari. Petugas jalan tol bahkan membuka barrier di depan Menara Pelindo untuk memungkinkan kendaraan putar balik dan menghindari titik macet. "Ini akibat aktivitas pelabuhan, makanya macet panjang," kata seorang petugas tol di lokasi.
Lokasi terdampak: Jalan Yos Sudarso, Tol Ancol, Tol Cawang, serta enam titik pengaturan lalu lintas (Jalan Jampea, Yos Sudarso, TL Permai, Pos 9, TL Kramat, TL Kebon Baru).
Penyebab utama: Aktivitas depo kontainer BSA, Temas, dan Seacon.
Waktu kejadian: Senin sore hingga malam (25/5/2026).
Untuk mengurai kemacetan, Suku Dinas Perhubungan telah menerjunkan petugas di enam titik strategis sejak sore hari. Namun, upaya pengaturan lalu lintas belum mampu mengatasi volume kendaraan yang sangat tinggi. "Petugas sudah di lapangan melakukan pengaturan," tambah Rudi. Meski demikian, kemacetan diprediksi akan berlangsung hingga aktivitas depo kontainer dan pelabuhan mulai berkurang pada malam hari.
Insiden ini kembali menyoroti kerentanan infrastruktur logistik di sekitar Pelabuhan Tanjung Priok, yang merupakan gerbang utama perdagangan nasional. Lonjakan aktivitas bongkar muat yang tidak diimbangi dengan manajemen lalu lintas yang memadai seringkali memicu kemacetan berkepanjangan, merugikan sektor logistik dan perekonomian. Ke depan, koordinasi antara pengelola pelabuhan, depo kontainer, dan pemerintah daerah menjadi krusial untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.



