"Mesin Pertumbuhan Baru: Menekraf Teuku Riefky Sebut BCF Ramadan 2026 Sebagai Pusat Kolaborasi Jenama Lokal"
Baca dalam 60 detik
- Menekraf Teuku Riefky Harsya mengapresiasi konsistensi Banten Creative Fest (BCF) Ramadan 2026 sebagai wadah strategis bagi kolaborasi komunitas kreatif dan pelaku usaha lokal di Kota Serang.
- Festival ini melibatkan lebih dari 80 jenama lokal fesyen dan 50 tenant kuliner, yang diposisikan pemerintah sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi (the new engine of growth).
- Pemerintah menyiapkan dukungan pembiayaan KUR berbasis Kekayaan Intelektual senilai Rp10 triliun pada 2026 untuk memperkuat UMKM kreatif agar mampu bersaing di pasar nasional maupun global.

Menteri Ekonomi Kreatif (Menekraf) Teuku Riefky Harsya menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat ekosistem ekonomi kreatif daerah melalui penyelenggaraan Banten Creative Fest (BCF) Ramadan 2026. Dalam kunjungannya ke Kota Serang, Menekraf menyebut konsistensi festival ini sebagai ruang krusial bagi kolaborasi komunitas dan pertumbuhan jenama (brand) lokal untuk menjadi penggerak ekonomi baru.
Diselenggarakan di Alun-Alun Barat Kota Serang, BCF Ramadan 2026 tidak hanya sekadar menjadi pasar musiman, melainkan inkubator bagi kreativitas anak muda Banten. Festival tahun ini menampilkan lebih dari 80 jenama lokal dari subsektor fesyen dan gaya hidup, serta lebih dari 50 tenant kuliner. Menekraf menekankan bahwa potensi kreatif di daerah seperti Banten telah mencapai level nasional dan memiliki peluang besar untuk menembus pasar global jika didukung dengan akses permodalan dan hilirisasi produk yang tepat.
Dukungan pemerintah terhadap sektor ini juga terlihat dari penetapan Provinsi Banten sebagai lokasi prioritas pengembangan ekonomi kreatif dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025β2029. Sebagai langkah konkret, pemerintah menyiapkan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) berbasis Kekayaan Intelektual sebesar Rp10 triliun pada tahun 2026 untuk membantu para pelaku UMKM kreatif dalam skala nasional. BCF yang telah berjalan selama sembilan tahun ini menjadi bukti nyata bagaimana ruang interaktif mampu mendekatkan karya kreatif kepada masyarakat luas.
- Infrastruktur Kreatif: Menampilkan lebih dari 80 jenama fesyen lokal dan 50 tenant kuliner unggulan di Kota Serang.
- Prioritas Nasional: Banten masuk dalam fokus pengembangan ekraf RPJMN 2025β2029 di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.
- Skema Pembiayaan: Pemerintah mengalokasikan KUR berbasis Kekayaan Intelektual senilai Rp10 triliun untuk mempercepat pertumbuhan sektor ekonomi kreatif.
Untuk memberikan pemahaman mengenai perbedaan dampak antara bazar konvensional dengan festival kreatif terintegrasi, berikut adalah tabel perbandingannya berdasarkan visi Kementerian Ekonomi Kreatif.
| Parameter Ekonomi | Bazar Ramadhan Konvensional | Banten Creative Fest (BCF) |
|---|---|---|
| Fokus Utama | Penjualan langsung produk umum (transaksional). | Kolaborasi komunitas, penguatan jenama lokal, dan eksposur kekayaan intelektual (IP). |
| Target Peserta | Pedagang retail skala besar dan menengah. | Pelaku UMKM kreatif, desainer muda, dan kreator konten lokal. |
| Dampak Jangka Panjang | Keuntungan musiman jangka pendek. | Pembentukan ekosistem ekonomi berkelanjutan dan perluasan jejaring bisnis global. |
Ke depannya, Menekraf Teuku Riefky berharap model festival kreatif seperti BCF dapat direplikasi di berbagai daerah lain di Indonesia. Dengan memanfaatkan momentum Ramadan, festival ini tidak hanya menjadi sarana hiburan dan belanja, tetapi juga menjadi pilar penting dalam mewujudkan ekonomi kreatif sebagai "mesin baru pertumbuhan ekonomi" Indonesia yang mandiri dan berdaya saing tinggi.



