Sinergi Ulama dan Umara: Ketum MUI Tekankan Pentingnya Kebersamaan di Tengah Ketidakpastian Global
Baca dalam 60 detik
- Ketua Umum MUI menyerukan penguatan hubungan antara Ulama dan Pemerintah (Umara) sebagai benteng pertahanan Indonesia menghadapi gejolak dunia.
- Persatuan ini dianggap kunci utama dalam menjaga kedamaian dan ketahanan nasional di tengah krisis global yang sedang berlangsung.
- MUI menekankan pentingnya dakwah yang menyejukkan dan kebijakan pemerintah yang adil untuk mempererat kerukunan masyarakat.

Sinergi Ulama dan Umara: Ketum MUI Tekankan Pentingnya Kebersamaan di Tengah Ketidakpastian Global
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas menyerukan pentingnya penguatan sinergi antara Ulama dan Umara (pemerintah) demi menjaga stabilitas nasional. Seruan ini disampaikan di tengah kondisi geopolitik dunia yang sedang bergejolak, menuntut Indonesia untuk memiliki ketahanan sosial dan persatuan yang lebih kokoh dari sebelumnya.
Persatuan ini dipandang sebagai modalitas utama bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan eksternal, mulai dari krisis ekonomi hingga pergeseran kekuatan global. MUI menekankan bahwa kolaborasi yang harmonis antara pemimpin agama dan penyelenggara negara merupakan kunci untuk menavigasi masyarakat melewati masa-masa yang penuh ketidakpastian ini.
๐ POIN UTAMA PESAN KETUM MUI:
Lebih lanjut, Ketum MUI mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjauhi narasi perpecahan. Di era informasi yang sangat cepat, keberadaan Ulama diharapkan menjadi kompas bagi umat agar tetap berpegang pada nilai-nilai kebangsaan dan toleransi yang telah menjadi identitas luhur bangsa Indonesia.
Komitmen untuk bersatu ini diharapkan bukan sekadar seremonial, melainkan terwujud dalam langkah-langkah konkret di lapangan. Dengan kerja sama yang solid antara Ulama dan Umara, Indonesia optimis dapat terus melaju sebagai negara yang damai, bersatu, dan berdaulat di tengah tekanan dunia internasional yang semakin kompleks.
Senior Editor & Strategic Analyst โข p3mbelahlaut
2026


