Don King mungkin sudah berusia lanjut, tetapi instingnya untuk bertarung di ruang sidang tetap tajam. Kali ini, ia membidik struktur kekuasaan tinju modern.
Berdasarkan laporan dari BoxingScene, gugatan yang diajukan oleh Don King merupakan serangan frontal terhadap transisi kekuasaan di dunia tinju. King menuduh adanya konspirasi yang melibatkan Ring Magazine dan WBA untuk mengesampingkan petinjunya, sambil menunjuk Sela (entitas hiburan Saudi) dan Michael Hunter sebagai pihak yang melanggar komitmen kontraktual. Di tahun 2026, ketika modal dari Timur Tengah mulai mendominasi peta tinju dunia, gugatan ini dilihat sebagai upaya terakhir dari "penjaga gerbang" lama untuk mempertahankan relevansi dan hak finansial mereka.
Poin-Poin Utama Gugatan King:
- Pelanggaran Hak Promosi: King mengeklaim masih memiliki hak eksklusif atas pertarungan Michael Hunter yang diabaikan dalam negosiasi dengan pihak luar.
- Konflik Kepentingan Media: Menuduh Ring Magazine memberikan liputan atau peringkat yang bias demi menguntungkan kepentingan promotor saingan atau investor tertentu.
- Integritas Peringkat WBA: Mempertanyakan legitimasi perubahan peringkat yang secara tiba-tiba merugikan posisi petinju di bawah bendera DKP (Don King Promotions).
Kasus ini diprediksi akan berjalan panjang dan kompleks. Jika King berhasil memenangkan tuntutan ini, hal itu bisa memaksa perubahan besar pada bagaimana kontrak promosi internasional disusun, terutama yang melibatkan dana kedaulatan asing. Namun, bagi industri tinju secara keseluruhan, drama hukum ini menambah lapisan ketidakpastian pada divisi kelas berat yang sedang berusaha menyatukan berbagai gelar. Di tahun 2026, pertarungan tersengit justru sering kali terjadi bukan di atas ring, melainkan di balik tumpukan berkas pengadilan.




