Franchon Crews-Dezurn membuktikan bahwa usia hanyalah angka dan berat badan hanyalah variabel dalam misinya untuk mendominasi jagat tinju wanita.
Hanya beberapa hari setelah pertarungan brutal 10 ronde melawan Claressa Shields di Detroit, "The Heavy Hitting Diva" memberikan pernyataan mengejutkan mengenai masa depannya. Alih-alih beristirahat, ia justru membuka pintu bagi tantangan di empat kelas berbeda. Fleksibilitas ini jarang terjadi di tingkat elit, namun bagi petarung yang pernah menjadi juara tak terbantahkan ini, kenyamanan adalah musuh utama.
Peta Rencana Crews-Dezurn 2026:
- Misi Pertahanan (168 lbs): Sebagai pemegang sabuk WBA dan WBC, ia memiliki kewajiban untuk menghadapi penantang wajib seperti Shadasia Green dalam duel ulang.
- Eksplorasi Heavyweight: Meski kalah dari Shields, performanya di kelas berat menunjukkan bahwa ia memiliki kekuatan untuk bersaing dengan petarung yang lebih besar.
- Potensi 'Super-Fight': Penurunan berat ke 160 lbs (Middleweight) bisa mempertemukannya dengan nama-nama besar seperti Savannah Marshall jika jadwal memungkinkan.
Keputusan Crews-Dezurn untuk tetap aktif di berbagai kelas berat adalah strategi cerdas untuk menjaga relevansinya di tengah dominasi Shields. Dengan kesiapannya bertarung di berbagai divisi, ia memberikan fleksibilitas bagi promotor untuk menciptakan laga-laga besar yang menarik minat sponsor global.
Tahun 2026 akan menjadi tahun sibuk bagi Crews-Dezurn. Tantangan sesungguhnya adalah bagaimana ia mengelola nutrisi dan kebugaran fisiknya di usia 38 tahun untuk tetap kompetitif saat harus naik-turun timbangan demi mengejar kejayaan baru.




