Bagi Anthony Joshua, ring tinju adalah rumah. Namun bagi keluarganya, itu adalah tempat di mana mereka harus menahan napas dalam kecemasan yang luar biasa—perasaan yang kini semakin intens setelah tragedi di Nigeria.
Paman Joshua, Adedamola, memberikan gambaran jujur tentang apa yang dirasakan keluarga saat mendengar rumor kembalinya AJ. Ia mengungkapkan bahwa setiap kali AJ terjatuh di ring, rasanya seperti jantung keluarga ikut terhenti. Meskipun ada ketakutan kolektif, keluarga menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada AJ, menegaskan bahwa martabat dan kebahagiaan sang petinju adalah prioritas utama mereka.
Poin Utama Pernyataan Keluarga Joshua:
- Dukungan Tanpa Syarat: Keluarga akan berdiri di belakang AJ, apa pun pilihannya, baik itu melanjutkan karier atau memutuskan untuk pensiun demi ketenangan mental.
- Beban Emosional: Adedamola mengakui bahwa menonton AJ bertarung adalah "trauma" tersendiri bagi anggota keluarga yang lebih tua, terutama setelah kecelakaan yang nyaris merenggut nyawa AJ.
- Kebanggaan Nasional: Keluarga tetap bangga atas pencapaian AJ dan cara ia menangani duka pasca kehilangan Sina Ghami dan Latif Ayodele.
Secara teknis, promotor Eddie Hearn telah mulai mendinginkan spekulasi mengenai pertarungan besar melawan Tyson Fury dalam waktu dekat. Fokus utama AJ saat ini bukan pada gelar juara, melainkan kembali ke kamp pelatihan untuk menemukan kembali kegembiraan dalam olahraga ini. Kamp pelatihan dianggap sebagai "ruang aman" bagi AJ untuk memproses duka dan memulihkan kondisi fisiknya.
Kembalinya Anthony Joshua di tahun 2026 diprediksi akan menjadi salah satu momen paling emosional dalam sejarah tinju kelas berat. Ini bukan lagi soal sabuk juara, melainkan sebuah perjalanan pemulihan jiwa bagi seorang atlet yang telah kehilangan "tangan kanan dan kirinya" dalam sebuah tragedi yang tak terduga.




