Gerbang udara utama Indonesia, Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), kembali mencatatkan angka pergerakan yang fantastis di awal tahun ini. Laporan dari Tempo dan otoritas bandara pada 13 Februari 2026 memproyeksikan bahwa sebanyak 1,7 juta penumpang akan membanjiri terminal selama periode libur Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili. Angka ini menandai kenaikan signifikan sebesar 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebuah sinyal kuat bahwa selera perjalanan masyarakat telah pulih sepenuhnya dan bahkan melampaui level pra-pandemi.
Momentum Ganda: Imlek Berhimpitan dengan Awal Ramadan
Lonjakan tahun ini memiliki karakteristik unik yang membedakannya dari tahun-tahun sebelumnya. General Manager Bandara Soetta, Heru Karyadi, mengungkapkan bahwa tingginya mobilitas tidak hanya dipicu oleh libur panjang akhir pekan (long weekend) Imlek yang jatuh pada 16-17 Februari, tetapi juga karena kedekatannya dengan awal bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diperkirakan dimulai pada 19 Februari 2026.
Fenomena "berhimpitan" ini menciptakan gelombang perjalanan ganda: wisatawan yang ingin berlibur merayakan Imlek dan masyarakat yang melakukan tradisi "munggahan" atau pulang kampung lebih awal menyambut puasa. Akibatnya, puncak arus keberangkatan diprediksi terjadi tepat pada hari ini, Sabtu (14/2), dengan estimasi lebih dari 171.000 penumpang dan 1.111 pergerakan pesawat dalam satu hari.
Kesiapan Operasional dan Logistik
Selain penumpang, sisi logistik juga mengalami pertumbuhan positif dengan proyeksi pergerakan kargo mencapai 15,63 juta kilogram (naik 2%). PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) telah menyiagakan posko monitoring real-time untuk mengantisipasi penumpukan. Bagi para pelancong, sangat disarankan untuk tiba di bandara 3-4 jam lebih awal guna menghindari antrean panjang di konter check-in dan pemeriksaan keamanan, mengingat volume penumpang yang sangat padat pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.




