Ledakan Gas di Tambang Shanxi Tewaskan 8 Orang, Puluhan Terjebak
Baca dalam 60 detik
- Insiden di tambang Liushenyu, Shanxi, menyebabkan 8 penambang meninggal dan 38 lainnya masih terperangkap.
- Kadar karbon monoksida yang melampaui batas aman menjadi indikasi awal penyebab ledakan.
- Kecelakaan ini kembali menyoroti lemahnya penerapan keselamatan di sektor pertambangan batu bara China.

Ledakan gas di tambang batu bara Liushenyu, Provinsi Shanxi, China utara, pada Jumat malam (22/5) menewaskan sedikitnya delapan orang dan menjebak puluhan penambang di bawah tanah. Otoritas setempat melaporkan bahwa dari 247 pekerja yang berada di lokasi saat kejadian, 38 orang belum berhasil dievakuasi dan berada dalam kondisi kritis.
Menurut laporan awal dari kantor berita Xinhua, kadar karbon monoksida—gas beracun tanpa bau—di area tambang telah melampaui batas aman. Tim penyelamat masih berupaya menjangkau korban yang terperangkap, sementara penyebab pasti ledakan masih dalam penyelidikan. Insiden ini menambah panjang daftar kecelakaan di sektor pertambangan batu bara China, yang meskipun telah mengalami perbaikan keselamatan dalam beberapa dekade terakhir, masih kerap terjadi akibat lemahnya kepatuhan terhadap prosedur keselamatan.
Shanxi, yang dikenal sebagai ibu kota pertambangan batu bara China, merupakan salah satu provinsi termiskin di negara itu. Industri batu bara menjadi tulang punggung ekonomi regional, namun sering kali diwarnai dengan praktik keselamatan yang longgar. China sendiri merupakan konsumen batu bara terbesar di dunia sekaligus penghasil emisi gas rumah kaca tertinggi, meskipun pemerintah gencar membangun kapasitas energi terbarukan.
Kecelakaan ini kembali memicu pertanyaan tentang efektivitas pengawasan keselamatan di tambang-tambang China. Meskipun angka kecelakaan fatal menurun dalam 20 tahun terakhir, insiden seperti ini menunjukkan bahwa risiko masih tinggi, terutama di tambang-tambang kecil dan menengah yang kurang diawasi. Ke depannya, pemerintah China diharapkan dapat memperketat regulasi dan meningkatkan inspeksi untuk mencegah tragedi serupa.



