Momentum bersejarah bagi diplomasi kawasan terjadi di London saat Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn, melakukan pertemuan tingkat tinggi dengan Menteri Luar Negeri Inggris, Yvette Cooper, pada pertengahan Februari 2026. Pertemuan ini menandai peringatan lima tahun terjalinnya Kemitraan Dialog ASEAN-Inggris. Kedua belah pihak menegaskan komitmen untuk memperdalam kolaborasi strategis di tengah dinamika geopolitik Indo-Pasifik yang kian kompleks, sekaligus menyusun kerangka kerja baru yang lebih adaptif terhadap tantangan ekonomi hijau dan ketahanan digital global.
Fokus pada Ketahanan Ekonomi dan Indo-Pasifik
Diskusi utama dalam pertemuan tersebut berpusat pada peninjauan kemajuan Rencana Aksi (Plan of Action) yang telah berjalan sejak Inggris resmi menjadi mitra dialog pada 2021. Inggris kembali menegaskan dukungannya terhadap Sentralitas ASEAN dan Pandangan ASEAN tentang Indo-Pasifik (AOIP). Inggris memandang ASEAN sebagai jangkar stabilitas di kawasan, dan kedua pihak sepakat untuk memperluas kerjasama di sektor-sektor strategis seperti ekonomi kreatif, pemberdayaan UMKM, serta pembangunan kapasitas dalam menghadapi ancaman siber yang kian marak di era ekonomi digital.
Selain isu keamanan, isu keberlanjutan juga menjadi agenda prioritas. Inggris berkomitmen untuk terus mendukung transisi energi bersih di Asia Tenggara dan memperkuat rantai pasok yang tangguh. Melalui peran Utusan Dagang Inggris untuk ASEAN, Naz Shah MP, kedua belah pihak menjajaki peluang integrasi ekonomi yang lebih dalam, termasuk peningkatan ekspor-impor jasa keuangan dan teknologi hijau. Hal ini dipandang krusial bagi ASEAN yang tengah berupaya memulihkan momentum pertumbuhan ekonomi pasca-gejolak pasar modal internasional beberapa waktu terakhir.
Visi ASEAN 2045 dan Peran Inggris
Pertemuan ini juga menjadi ajang bagi Dr. Kao Kim Hourn untuk memaparkan perkembangan Visi ASEAN 2045. Inggris menyatakan kesiapannya untuk menyelaraskan program-program bantuan pembangunannya dengan prioritas jangka panjang ASEAN tersebut. Dengan berakhirnya kunjungan kerja ini pada 11 Februari, hubungan ASEAN-Inggris memasuki babak baru yang lebih praktis dan berorientasi pada hasil nyata, mempertegas posisi Inggris sebagai mitra dialog yang aktif dan dapat diandalkan dalam menjaga arsitektur kawasan yang inklusif dan berbasis aturan.




