National Trust Memilih Putuskan Hubungan dengan Barclays demi Standar Lingkungan
Baca dalam 60 detik
- Rapat umum tahunan National Trust memutuskan untuk membuka tender mitra bank baru, meninggalkan Barclays yang dinilai tak sejalan dengan misi konservasi.
- Keputusan ini didorong kekhawatiran anggota terhadap pendanaan Barclays untuk ekspansi bahan bakar fosil, meski bank mengklaim telah menyalurkan miliaran dolar untuk keuangan berkelanjutan.
- Proses tender akan memakan waktu setidaknya satu tahun dan hasilnya tidak mengikat dewan, sehingga dampak nyata terhadap kebijakan keuangan Trust masih menunggu.

National Trust, lembaga amal pelestarian alam dan bangunan bersejarah terbesar di Inggris, secara meyakinkan memilih untuk mencari mitra bank baru dalam pemungutan suara di rapat umum tahunan pada Sabtu (7/11). Keputusan ini menjadi pukulan bagi Barclays, yang selama bertahun-tahun menjadi bank utama Trust namun dianggap gagal menyelaraskan diri dengan komitmen lingkungan organisasi tersebut.
Resolusi yang diajukan anggota dan didukung dewan pengawas itu menginstruksikan manajemen untuk memulai proses tender kompetitif guna menentukan penyedia jasa perbankan. Untuk pertama kalinya, tender akan mensyaratkan calon mitra menunjukkan komitmen nyata terhadap perlindungan keanekaragaman hayati dan penanganan krisis iklim. Hasil voting menunjukkan 53.256 suara mendukung dan 4.094 menolak, sebuah margin yang menurut para pengkampanye mencerminkan tuntutan akuntabilitas baru dari masyarakat sipil terhadap lembaga nirlaba.
Meski demikian, dampak keputusan ini tidak serta-merta. Sandy Nairne, wakil ketua dewan pengawas, menegaskan bahwa hasil pemungutan suara hanya bersifat indikatif dan tidak mengikat. "Dewan akan mempertimbangkan hasil ini dengan cermat bersama diskusi yang kami dengar hari ini sebagai bagian dari pengambilan keputusan di masa depan," ujarnya. Sumber internal bahkan memperkirakan proses tender tidak akan berjalan setidaknya selama satu tahun.
Keputusan ini merupakan kulminasi dari tekanan bertahun-tahun dari anggota yang resah dengan pembiayaan Barclays terhadap industri bahan bakar fosil. Bank tersebut telah dikritik karena mendukung ekspansi minyak dan gas, termasuk fracking dan infrastruktur gas metana, sementara National Trust berulang kali menyebut darurat iklim dan penurunan keanekaragaman hayati sebagai ancaman terbesar bagi lanskap, satwa liar, dan properti bersejarah yang mereka kelola.
Drew James, pengusul resolusi dan anggota Christian Climate Action, menyatakan bahwa hasil ini menandai pergeseran mendalam dalam akuntabilitas organisasi non-pemerintah. "Masyarakat sipil mengandalkan lembaga amal, universitas, dan kelompok agama untuk memutus hubungan dengan institusi keuangan yang gagal memenuhi standar etika mereka," kata James. Ia juga menyoroti kontradiksi antara nasihat Trust kepada publik agar memilih bank secara etis dengan kenyataan bahwa Trust sendiri tidak menerapkan standar serupa pada banknya sendiri.
Barclays, melalui juru bicaranya, membela hubungannya dengan National Trust dan pendekatan mereka terhadap pembiayaan sektor energi. "Merupakan kehormatan bagi kami untuk mendukung dan menjadi bank bagi National Trust, dan kami menghargai keterlibatan mereka dalam topik-topik penting ini," ujarnya. Bank mengklaim telah memfasilitasi lebih dari US$300 miliar untuk keuangan berkelanjutan dan transisi, termasuk miliaran untuk proyek energi bersih di Inggris, serta investasi jutaan dalam teknologi iklim.
Namun, para pengkampanye meragukan signifikansi dana tersebut. Mereka menunjuk laporan tahunan terbaru Barclays yang menyatakan bahwa entitas bahan bakar fosil dapat mengakses dana itu asalkan uangnya tidak secara langsung dialokasikan untuk kegiatan minyak dan gas. "Ini berarti pengurangan intensitas karbon, seperti beralih dari ekstraksi tar sands ke gas alam, bisa memenuhi syarat untuk dukungan keberlanjutan bahkan jika hasilnya adalah peningkatan total emisi karbon," jelas James.
Di sisi lain, kelompok Restore Trust yang beranggotakan para pemilik National Trust menilai voting ini sebagai penyimpangan dari tujuan utama organisasi. Ketuanya, Cornelia van der Poll, menyebut keputusan tersebut sebagai "distraksi dari tujuan amal National Trust untuk memelihara semua bangunan bersejarah dan pedesaan yang menjadi tanggung jawabnya".
Terlepas dari perdebatan itu, langkah National Trust mencerminkan tren yang lebih luas di Inggris, di mana lembaga nirlaba dan universitas semakin mendapat tekanan untuk memutus hubungan keuangan dengan bank yang mendanai bahan bakar fosil. Beberapa institusi pendidikan telah beralih ke bank etis atau menerbitkan obligasi hijau. Namun, skala dan kompleksitas operasi National Trust—yang mengelola ratusan properti bersejarah dan bentang alam—membuat transisi ke bank khusus etis tidak mudah. Dewan pengawas dalam pernyataannya menegaskan bahwa tender "harus tetap terbuka bagi bank-bank kliring utama Inggris" karena tidak ada penyedia bank etis yang memiliki kombinasi kapasitas penanganan kas, pinjaman, infrastruktur pembayaran, dan skala operasional yang memadai.
Keputusan ini juga muncul di tengah dampak cuaca ekstrem yang semakin nyata pada aset-aset National Trust. Kebakaran hutan di Dunwich Heath, Suffolk, pada Juli lalu menghanguskan 104 hektare lahan gambut kuno, dan para pengkampanye memperkirakan pemulihannya memakan waktu 25 tahun. Properti lain mengalami banjir bandang, kekeringan berkepanjangan, dan cuaca ekstrem yang makin sering. Dalam konteks inilah hubungan dengan Barclays dianggap kian sulit dipertahankan.
Ke depan, proses tender akan menjadi ujian bagi komitmen dewan pengawas. Meski hasil voting tidak mengikat, tekanan anggota dan publik tampaknya sulit diabaikan. Pertanyaannya, akankah National Trust benar-benar beralih ke mitra bank yang lebih selaras dengan nilai-nilai lingkungan, ataukah keputusan ini berhenti sebagai sinyal simbolis tanpa perubahan substantif? Yang jelas, bagi Barclays, kehilangan salah satu klien institusional paling bergengsi di Inggris akan menjadi pukulan reputasi di tengah meningkatnya sorotan terhadap praktik pembiayaan iklim mereka.



