PSIS Akhiri Puasa Kemenangan, Widodo C Putro: Saya Hampir Dipecat
Baca dalam 60 detik
- PSIS Semarang menang 4-1 atas Sumsel United pada pekan ke-9 Pegadaian Championship 2026/2027 di Palembang, Sabtu (7/11/2026).
- Kemenangan ini memutus tren buruk empat laga tanpa kemenangan (dua imbang, dua kalah) yang sempat menempatkan Widodo C Putro di bawah tekanan.
- Pelatih berusia 55 tahun itu berkelakar hasil ini menyelamatkannya dari pemecatan, namun ia menuntut para pemain tetap fokus dan rendah hati.

PSIS Semarang akhirnya merasakan tiga poin penuh setelah mengalahkan tuan rumah Sumsel United dengan skor 4-1 dalam lanjutan Pegadaian Championship 2026/2027 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Sabtu (7/11/2026). Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi Mahesa Jenar setelah empat pertandingan berturut-turut tanpa hasil maksimal, sekaligus meredakan tekanan yang sempat mengarah pada posisi pelatih Widodo Cahyono Putro.
Dalam empat laga sebelumnya, PSIS hanya mampu meraih dua imbang dan dua kali kalah. Rangkaian hasil buruk itu membuat Widodo C Putro berada di bawah sorotan, bahkan ia sendiri sempat berkelakar bahwa kemenangan atas Sumsel United telah menyelamatkannya dari kemungkinan pemecatan. โKalau tidak bermain ngotot, kami bisa kalah dan nanti saya dipecat,โ ujar Widodo seperti dikutip dari Bola.com.
Pertandingan berjalan sesuai skenario tim tamu. PSIS sudah unggul dua gol di babak pertama melalui gol bunuh diri Kenneth Ngwoke pada menit ke-15 dan aksi Deri Corfe pada menit ke-38. Di paruh kedua, Jonathan Bustos (58โ) dan Lorensius Sabda (79โ) menambah keunggulan, sebelum Sumsel United memperkecil kedudukan. Kemenangan ini tidak hanya memutus rekor tanpa kemenangan, tetapi juga menjadi sinyal bahwa skema permainan yang dibangun Widodo mulai menemukan bentuknya.
Meski lega, Widodo menegaskan bahwa hasil ini tidak boleh membuat para pemain terlena. Ia menilai kemenangan diraih berkat kerja keras dan komitmen kolektif seluruh pemain di lapangan. โPara pemain telah membuktikan kerja keras mereka untuk mendapatkan tiga poin. Namun, hasil ini jangan sampai membuat kami lupa diri,โ kata pelatih berusia 55 tahun itu.
โKami harus tetap fokus ke depan karena pertandingan masih sangat banyak. Saya berharap para pemain tetap rendah hati dan bekerja keras lagi untuk pertandingan berikutnya.โ โ Widodo Cahyono Putro
Menariknya, beberapa gol PSIS tercipta melalui skema permainan yang telah dirancang dalam latihan. Widodo berharap efektivitas skema tersebut terus diasah, terutama menghadapi laga-laga berat berikutnya. Ia juga menekankan pentingnya membangun keterikatan antar-pemain sebagai fondasi permainan. โKuncinya adalah kerja keras dan pantang menyerah. Ada komitmen bersama antar-pemain untuk terus membangun keterikatan,โ imbuhnya.
Bagi PSIS, kemenangan ini setidaknya memberikan napas baru dalam persaingan papan atas. Namun, tantangan sesungguhnya adalah menjaga konsistensi. Dalam sepak bola Indonesia, tren positif sering kali buyar karena jadwal padat dan tekanan suporter. Widodo menyadari hal itu. โKita boleh senang, tetapi jangan berlarut-larut; kita harus segera fokus pada pertandingan berikutnya,โ tegasnya.
Ke depan, PSIS akan menghadapi ujian berikutnya dengan modal kepercayaan diri yang lebih tinggi. Pertanyaannya, apakah kemenangan di Palembang ini menjadi titik balik Mahesa Jenar, atau hanya jeda sebelum badai berikutnya? Yang jelas, bagi Widodo C Putro, tiga poin ini bukan sekadar angka, melainkan oksigen bagi kelangsungan proyeknya di Semarang.



