MilkLife Kickers Runner-up Singa Cup 2026: Timo Scheunemann Sebut Hasil Bukan Segalanya
Baca dalam 60 detik
- MilkLife Kickers harus puas di posisi kedua Grup Girls U14 Singa Cup 2026 setelah kalah selisih gol dari Lion City Sailors.
- Pelatih Timo Scheunemann menegaskan fokus utama adalah perkembangan pemain, bukan sekadar trofi.
- Turnamen di Singapura ini menjadi ajang seleksi untuk menemukan talenta muda yang diproyeksikan memperkuat timnas putri Indonesia.

Tim sepak bola putri U14 MilkLife Kickers mengakhiri kiprahnya di Singa Cup 2026 dengan status runner-up setelah kalah selisih gol dari wakil tuan rumah, Lion City Sailors. Hasil ini memupus ambisi juara, tetapi menyisakan catatan penting bagi pembinaan sepak bola putri Indonesia.
Kepastian itu datang setelah Lion City Sailors menghancurkan South Coast Baptist College 9-0 pada Jumat (6/11/2026). Kemenangan tersebut membuat Lion City Sailors mengumpulkan sembilan poin dengan selisih gol +32, unggul jauh dari MilkLife Kickers yang hanya +24. Meski sama-sama meraih tiga kemenangan, Kickers harus puas di peringkat kedua.
Perjalanan MilkLife Kickers sebenarnya cukup impresif. Di laga pembuka, mereka membantai South Coast Baptist College 13-0, namun kemudian takluk 0-1 dari Lion City Sailors. Keesokan harinya, tim asuhan Timo Scheunemann bangkit dengan mengalahkan BMW 8-0 dan Freemantle City 5-1. Sayang, hasil tersebut belum cukup untuk menggeser dominasi Lion City Sailors.
Bagi Timo Scheunemann, posisi akhir bukanlah ukuran utama keberhasilan. Pelatih yang juga membawa Garuda Pertiwi menjadi runner-up Srikandi Merdeka Cup 2026 ini menilai pengalaman bertanding di level internasional jauh lebih berharga. "Kalau bicara menang, semua pasti mau menang. Buat saya yang lebih penting adalah setelah dari Singa Cup ini, para pemain semakin termotivasi untuk terus fokus berlatih demi menaikkan level mereka," ujarnya.
"Baru kita bicara soal hasil di atas lapangan, karena sebetulnya apa yang kami lakukan di sini adalah untuk mencari pemain berpotensi untuk nantinya dikembangkan agar bisa menjadi tulang punggung tim nasional." โ Timo Scheunemann
Pernyataan Timo menegaskan bahwa partisipasi MilkLife Kickers dalam turnamen ini merupakan bagian dari proses jangka panjang pembinaan sepak bola putri. Sejak digelar pada 2011, Singa Cup memang menjadi ajang bagi tim-tim muda untuk mengasah kemampuan, dan edisi 2026 diikuti 136 tim dari 13 negara. MilkLife Kickers sendiri merupakan hasil seleksi MilkLife Soccer Challenge All-Stars 2025/2026, yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife.
Penyerang Albianca Raula merasakan langsung intensitas kompetisi. Menurutnya, persaingan tahun ini lebih ketat, tetapi kekompakan tim meningkat meski persiapan tergolong singkat. "Tahun ini lebih intens secara permainan. Kemudian secara tim, saya merasa musim ini lebih kompak secara permainan, chemistry satu sama lain juga nyambung," tuturnya. Ia pun puas dengan hasil yang diraih dan termotivasi untuk berlatih lebih keras.
Kegagalan meraih gelar tentu meninggalkan rasa kecewa, tetapi ada pelajaran berharga: konsistensi dan efisiensi gol menjadi pembeda di level internasional. MilkLife Kickers mencetak 26 gol dalam empat laga, namun kebobolan dua kaliโsalah satunya saat melawan Lion City Sailors. Sementara itu, Lion City Sailors lebih produktif dengan 35 gol dan hanya kebobolan tiga kali. Selisih gol yang tipis ini menjadi pengingat bahwa detail kecil menentukan peringkat akhir.
Bagi sepak bola putri Indonesia, pencapaian ini tetap menjadi sinyal positif. Kehadiran tim muda di kompetisi internasional seperti Singa Cup memberikan pengalaman berharga yang tidak didapat di dalam negeri. Timo berharap para pemainnya terus tekun berproses dan meningkatkan level permainan. Ke depan, tantangannya adalah bagaimana menjaga momentum dan memastikan para pemain dari MilkLife Soccer Challenge ini bisa naik kelas ke tim nasional. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, bukan tidak mungkin Indonesia akan memiliki generasi pesepak bola putri yang lebih kompetitif di kancah global.



