Amorim Kehabisan Kata Usai Milan Dihajar Ferencvaros: Kami Tidak Siap Bermain
Baca dalam 60 detik
- Milan menyerah 0-2 dari Ferencvaros di San Siro, memperpanjang tren buruk dengan tiga kekalahan dari empat laga Europa League.
- Pelatih Ruben Amorim mengakui timnya tidak siap secara mental dan taktis, menyebut penampilan babak pertama sebagai yang terburuk yang pernah ia lihat.
- Kekalahan ini membuat peluang Milan lolos ke fase gugur semakin tipis dan memunculkan keraguan tentang kemampuan tim bersaing di dua kompetisi.

Milan kembali menunjukkan inkonsistensi yang mengkhawatirkan setelah takluk 0-2 dari Ferencvaros pada laga Europa League di San Siro, Jumat (8/11/2024) dini hari WIB. Kekalahan ini menjadi yang ketiga dalam empat pertandingan pembuka kompetisi tersebut, sekaligus membuktikan bahwa kemenangan 3-1 atas Inter Milan di derby akhir pekan lalu hanyalah ilusi kebangkitan.
Pelatih Ruben Amorim tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, ia mengaku tidak memiliki penjelasan atas performa buruk timnya, terutama di babak pertama. "Tidak ada penjelasan. Tidak ada yang bisa saya katakan, terutama tentang babak pertama," ujarnya dengan raut kecewa. "Saya tidak ingat kami pernah tampil seperti itu di babak pertama. Ini soal ambisi dan konsentrasi. Kami memberikan peluang, membuat kesalahan bodoh. Kami tidak siap bermain sepak bola malam ini."
Dua gol Ferencvaros lahir dari kesalahan lini belakang dan kiper muda Lorenzo Torriani, yang tampil menggantikan Mike Maignan (skorsing) dan Pietro Terracciano (cedera). Lenny Joseph memanfaatkan kelengahan tersebut untuk mencetak brace dan membungkam San Siro. Amorim menegaskan bahwa kekalahan ini bukan semata-mata karena absennya pemain kunci, melainkan masalah mentalitas dan kesiapan tim.
Amorim menyoroti perbedaan mencolok antara performa timnya saat menghadapi Inter dan Ferencvaros. "Sulit dijelaskan. Kami tidak siap untuk beralih dari derby ke kompetisi ini. Saat Anda mengenakan jersey Milan, ada tanggung jawab, dan Anda tidak bisa tampil seperti ini," tegasnya. Ia pun mengakui mungkin ada kesalahan dalam persiapan dua hari terakhir. "Mungkin saya melakukan kesalahan, tetapi saya melihat tim memiliki masalah serupa musim lalu. Kami harus menemukan solusi. Kami tidak siap malam ini, kami tidak menunjukkan keberanian."
Kekalahan ini juga mengungkap kelemahan Milan dalam menghadapi jadwal padat. Amorim menilai timnya belum siap bersaing di dua kompetisi sekaligus. "Kami tidak siap untuk kompetitif di dua front. Kami harus bekerja pada pendekatan dan cara kami memandang sepak bola. Tidak ada alasan malam ini," ujarnya. Meski demikian, ia menegaskan tidak akan menyerah pada Europa League selama peluang matematis masih ada. "Saya harus memikirkan Serie A, tetapi kami juga perlu tampil baik di Europa League. Kami bisa dan harus menang meski dengan rotasi. Kami harus siap, dan saat ini kami belum siap untuk bermain dan menang setiap tiga hari."
Absennya Strahinja Pavlovic, yang untuk pertama kalinya diistirahatkan setelah hampir selalu bermain penuh musim ini, turut mempengaruhi kestabilan lini belakang. Amorim memuji etos kerja bek asal Serbia itu. "Semua orang harus berlatih seperti Pavlovic. Dia siap mati dalam latihan, dia memberi contoh yang baik. Terkadang pemain kesulitan ketika tidak menjadi starter, tetapi tidak ada alasan, kami seharusnya menang dengan mereka yang bermain juga," katanya.
Dengan tiga kekalahan dari empat laga, peluang Milan untuk melanjutkan kiprah di Europa League setelah Januari semakin tipis. Kini, fokus beralih ke Serie A, di mana Milan harus segera bangkit untuk menjaga posisi di papan atas. Pertanyaannya, apakah Amorim mampu membenahi mentalitas tim yang tampak rapuh ini sebelum musim benar-benar berjalan jauh?



