Red Bull Perpanjang Kontrak Alan Permane di Racing Bulls hingga 2031
Baca dalam 60 detik
- Red Bull resmi memperpanjang masa bakti Alan Permane sebagai team principal Racing Bulls sampai akhir musim 2031.
- Keputusan ini menandai stabilitas kepemimpinan di tim yang bermarkas di Faenza tersebut, sekaligus mengunci duet Permane dengan Peter Bayer.
- Dengan kontrak jangka panjang, Racing Bulls berambisi mempertahankan tren positif dan menembus persaingan papan atas F1.

Red Bull Racing telah memperpanjang kontrak Alan Permane sebagai team principal Visa Cash App Racing Bulls (VCARB) hingga berakhirnya musim 2031. Penandatanganan ini memastikan kesinambungan kepemimpinan di tim satelit Red Bull yang berbasis di Faenza, Italia, tersebut.
Permane, yang bergabung dengan Racing Bulls pada awal 2024 sebagai racing director, naik ke kursi team principal setelah Laurent Mekies pindah ke Red Bull menggantikan Christian Horner. Sebelumnya, ia menghabiskan lebih dari tiga dekade di Alpine (dahulu Renault) dengan berbagai peran, termasuk race engineer dan sporting director. Pengalaman panjang itu menjadi modal berharga bagi tim muda seperti Racing Bulls.
Oliver Mintzlaff, CEO Corporate Projects and Investments Red Bull, menilai perpanjangan kontrak ini sebagai bentuk pengakuan atas kinerja Permane. Menurutnya, kemajuan tim dalam beberapa musim terakhir tidak lepas dari pengalaman, komitmen, dan pola pikir kompetitif yang dibawa Permane. Mintzlaff juga menyoroti sinergi antara Permane dan Peter Bayer sebagai Co-CEO Commercial, yang dinilai saling melengkapi dan memberikan stabilitas bagi organisasi.
Sejak ditangani Permane, Racing Bulls menunjukkan grafik peningkatan yang konsisten. Poin yang diraih melonjak dari 46 pada 2024 menjadi 92 pada musim berikutnya, dan kini telah mengoleksi 108 poin. Hasil ini menempatkan mereka di ambang finis kelima klasemen konstruktor, posisi tertinggi sepanjang sejarah tim yang didirikan sebagai Minardi pada 1985.
Dalam wawancara dengan Sky Sports F1 di Baku, Permane mengungkapkan kunci kemajuan tim. Ia menyebut bahwa pendekatan mereka sederhana: terus menambah downforce pada mobil, dan setiap paket peningkatan yang diperkenalkan selalu memberikan hasil sesuai harapan. Konsistensi dalam pengembangan teknis inilah yang membedakan Racing Bulls dari tim-tim lain di lini tengah.
"Saya sangat bangga dapat melanjutkan perjalanan ini bersama VCARB. Yang membuat tim ini istimewa adalah semangat kebersamaan dari semua orang, baik di sirkuit, di Faenza, maupun di Milton Keynes," ujar Permane dalam pernyataan resmi.
Bagi Red Bull, keputusan memperpanjang kontrak Permane bukan sekadar soal mempertahankan sosok berpengalaman. Ini adalah langkah strategis untuk menjaga stabilitas di tengah regulasi teknis F1 yang terus berubah. Dengan kontrak hingga 2031, Permane memiliki ruang untuk membangun tim secara jangka panjang, termasuk mempersiapkan generasi pembalap dan insinyur muda.
Meski demikian, tantangan ke depan tidak ringan. Racing Bulls harus mampu mempertahankan momentum di tengah persaingan ketat, terutama dengan hadirnya tim-tim lain yang juga berinvestasi besar. Pertanyaannya, mampukah Permane membawa Racing Bulls melampaui posisi kelima dan menantang tim papan atas? Jawabannya akan terlihat dalam beberapa musim mendatang.



