Como Hancurkan Lens 9-1, Fabregas: Tetap Membumi, Jangan Berpuas Diri
Baca dalam 60 detik
- Como mencatat kemenangan bersejarah 9-1 atas Lens di Liga Champions, dengan Tasos Douvikas mencetak hattrick.
- Pelatih Cesc Fabregas menegaskan timnya harus tetap rendah hati dan fokus menghadapi Inter Milan di Serie A.
- Kemenangan ini mengangkat Como ke posisi keempat klasemen sementara dan menjadi rekor tim Italia pertama yang mencetak sembilan gol tandang di era Liga Champions.

Como membuat pernyataan besar di Liga Champions setelah membantai tuan rumah Lens dengan skor mengejutkan 9-1 pada pekan keempat League Phase, Kamis (5/11/2026) dini hari WIB. Kemenangan ini tidak hanya mencatat sejarah baru bagi klub asal Italia tersebut, tetapi juga mengirim sinyal bahwa mereka serius bersaing di kompetisi elite Eropa.
Bertandang ke Stade Bollaert-Delelis, anak asuh Cesc Fabregas tampil tanpa ampun sejak menit awal. Tasos Douvikas menjadi bintang dengan hattrick-nya, disusul gol-gol dari Nico Paz, Lucas Da Cunha, Marc Oliver Kempf, Mattia Liberali, Martin Baturina, dan Matteo Papaccioli. Lens hanya mampu membalas sekali melalui Ruben Aguilar, mantan rekan Fabregas di Monaco, lewat situasi sepak pojok.
Kemenangan ini terasa istimewa karena diraih di kandang lawan dan melengkapi catatan impresif Como di League Phase: dua kemenangan kandang 4-1 atas RB Leipzig dan Manchester United, serta satu kekalahan 2-3 dari Feyenoord. Hasil ini menempatkan Como di posisi keempat klasemen sementara, mempertegas status mereka sebagai kuda hitam yang patut diperhitungkan.
Meski meraih hasil fantastis, Fabregas enggan jemawa. Dalam wawancara dengan Sky Sport Italia, ia menekankan pentingnya tetap membumi. "Ini pertandingan keempat kami di Liga Champions, jadi angka empat menjadi kunci. Saya sangat bahagia, inilah sepak bola dan segala sesuatunya berjalan sesuai keinginan kami," ujarnya. Namun, ia segera menambahkan, "Ini malam yang indah bagi Como dan seluruh fans, tapi para pemain harus tetap menginjakkan kaki di tanah. Mereka harus tetap rendah hati, terus belajar, dan bekerja keras untuk mempertahankan performa seperti ini."
Fabregas juga menyoroti kekurangan timnya, terutama kebobolan dari situasi bola mati. Gol Aguilar membuat Como belum mampu mencatat clean sheet sepanjang League Phase. Selain itu, jadwal padat menanti: AEK Athens, Real Betis, Paris Saint-Germain, dan lawatan ke markas Barcelona pada akhir Januari. Fokus utama saat ini adalah laga krusial melawan Inter Milan di Serie A akhir pekan ini.
"Para pemain harus tetap rendah hati, terus belajar, dan bekerja keras untuk mempertahankan performa seperti ini." - Cesc Fabregas
Bagi penggemar sepak bola Indonesia, performa Como di bawah Fabregas bisa menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya mentalitas dan konsistensi. Klub yang tidak diunggulkan mampu bersaing dengan tim-tim besar Eropa melalui kerja keras dan taktik yang tepat. Sementara itu, dinamika naturalisasi Timnas Indonesia yang tengah berproses menunjukkan kontras: di Eropa, klub seperti Como membuktikan bahwa pembinaan dan strategi jangka panjang dapat menghasilkan kejutan, sementara di tanah air, proses naturalisasi masih menjadi sorotan dan perdebatan.
Ke depan, tantangan sebenarnya bagi Como adalah mempertahankan konsistensi. Dengan jadwal berat dan ekspektasi yang meningkat, apakah mereka mampu melanjutkan momentum ini atau justru terhenti di tengah jalan? Fabregas telah menanamkan sikap rendah hati, tetapi ujian sesungguhnya baru dimulai.



