Politisi Reform UK di Hampshire Hadapi 35 Dakwaan, Termasuk 12 Pemerkosaan
Baca dalam 60 detik
- George Madgwick, pemimpin Reform UK di Hampshire, didakwa atas 35 tindak pidana terhadap empat korban yang berusia 16 dan 17 tahun saat kejadian.
- Dakwaan mencakup pemerkosaan, eksploitasi anak, dan kekerasan fisik yang terjadi antara 2008 dan 2021; ia menyatakan tidak bersalah dan telah diskors dari partai.
- Kasus ini mencuatkan pertanyaan tentang proses seleksi calon legislator di Inggris, terutama setelah Madgwick terpilih beberapa bulan setelah penangkapan pertamanya.

George Madgwick, politisi Partai Reform UK yang memimpin cabang Hampshire, resmi didakwa dengan 35 tuduhan pidana—termasuk 12 dakwaan pemerkosaan—terhadap empat korban yang kala itu masih berusia 16 dan 17 tahun. Crown Prosecution Service (CPS) menyatakan rangkaian peristiwa tersebut berlangsung antara 2008 hingga 2021 di Portsmouth dan Wales.
Dakwaan yang diumumkan Selasa (25/11) itu juga mencakup tuduhan eksploitasi seksual anak, pendistribusian citra tidak senonoh, penculikan, perdagangan manusia, dan kekerasan fisik. Madgwick (37) dijadwalkan menghadap Pengadilan Magistrat Portsmouth pada 25 November mendatang. Ia membantah seluruh tuduhan dan menegaskan akan tetap menjabat sebagai anggota dewan independen di dua wilayah.
Partai Reform UK bergerak cepat dengan menangguhkan Madgwick secara langsung. "Kami menanggapi tuduhan ini dengan sangat serius," demikian pernyataan resmi partai. Sementara itu, Kepolisian Hampshire dan Isle of Wight mengungkapkan penyelidikan bermula dari laporan tindak pidana seksual pada 24 Juli 2025. Madgwick pertama kali ditangkap pada 6 Januari 2026, sebelum akhirnya didakwa oleh CPS pekan ini.
Yang membuat kasus ini kian pelik: Madgwick terpilih dalam pemilihan Dewan County Hampshire pada Mei lalu dengan margin besar, tak lama setelah penangkapan pertamanya. Otoritas setempat menyatakan pihaknya mengetahui tuduhan "sangat serius" tersebut, namun menolak berkomentar lebih jauh karena proses hukum sedang berjalan. Mereka juga menegaskan bahwa status tersangka tidak otomatis menggugurkan seseorang dari jabatan publik.
Kontroversi bukan hanya soal dakwaan. Bulan lalu, Madgwick muncul dalam dokumenter ITV News Exposure berjudul Undercover: A Year In Reform, di mana ia terlihat menyuarakan dukungan terhadap kelompok anti-imigrasi Portsmouth Patriots. Ia kemudian menuduh broadcaster tersebut melakukan "intervensi elektoral" dan berpotensi memengaruhi hasil pemilihan dewan.
"Saya terkejut dan kecewa dengan tuduhan yang dialamatkan kepada saya. Meski tuduhan ini sangat serius, saya menyatakan dengan tegas bahwa saya tidak bersalah. Proses hukum harus berjalan tanpa hambatan," ujar Madgwick dalam pernyataan di media sosial.
Juru bicara CPS menegaskan bahwa jaksa telah memastikan adanya bukti cukup dan kepentingan publik untuk membawa kasus ini ke pengadilan. "Kami mengingatkan semua pihak bahwa proses terhadap terdakwa kini aktif dan ia berhak atas peradilan yang adil. Tidak boleh ada pemberitaan, komentar, atau penyebaran informasi yang dapat memengaruhi proses ini," ujarnya.
Kasus ini menjadi ujian bagi Reform UK, partai yang selama ini mengusung narasi anti-establishment dan sering mengkritik elite politik. Dengan seorang pemimpin daerah yang menghadapi puluhan dakwaan serius, publik akan menyoroti seberapa ketat proses seleksi calon legislator partai tersebut. Di sisi lain, otoritas lokal di Hampshire dan Portsmouth kini berada di posisi sulit: secara hukum tidak bisa memberhentikan Madgwick, namun secara politik desakan untuk mengambil sikap akan terus menguat.
Ke depan, sidang perdana di Pengadilan Magistrat Portsmouth pada 25 November akan menjadi momen krusial. Akankah Madgwick tetap bertahan di kursinya sambil menghadapi proses hukum yang panjang, atau tekanan publik memaksa perubahan aturan mengenai kelayakan anggota dewan yang tersangkut kasus pidana?



