Shin Tae-yong Keluhkan Banten International Stadium, Persija Kalah Lagi dan Puncak Klasemen Terancam
Baca dalam 60 detik
- Persija Jakarta menelan kekalahan kedua di Banten International Stadium musim ini setelah takluk 1-2 dari Dewa United, Sabtu (31/10/2026).
- Pelatih Shin Tae-yong mengaku tak punya kesan baik terhadap stadion tersebut dan menyalahkan kesalahan sendiri sebagai penyebab kekalahan.
- Meski masih memimpin klasemen BRI Super League dengan 18 poin, Persija hanya unggul satu angka dari Dewa United dan dua dari Madura United serta Bali United.

Persija Jakarta kembali menelan hasil pahit di Banten International Stadium (BIS). Menghadapi Dewa United pada laga lanjutan BRI Super League 2026/2027, Sabtu (31/10/2026), Macan Kemayoran takluk 1-2. Kekalahan ini menjadi yang kedua bagi Persija di stadion yang sama musim ini, setelah sebelumnya juga kalah 2-3 dari Persita Tangerang pada 17 Oktober 2026.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, mengakui bahwa rekam jejak buruk di BIS membuatnya enggan memberikan penilaian positif. "Kami sudah bermain di sini dua kali tahun ini dan kalah dalam kedua kesempatan tersebut jadi, bisa dibilang saya tidak memiliki kesan yang baik tentang tempat ini," ujarnya dalam konferensi pers usai pertandingan.
Kekalahan dari Dewa United bukan semata faktor stadion. Shin menilai timnya sendiri yang menjadi penyebab utama kegagalan meraih poin. "Pada dasarnya kami menyebabkan kekalahan kami sendiri. Kami gagal memanfaatkan peluang-peluang bagus menjadi gol, dan kami terlalu banyak melakukan kesalahan dalam mengoper bola," jelasnya. Ia pun mengakui keunggulan Dewa United dan menyebut evaluasi menyeluruh akan dilakukan.
Meski menelan kekalahan, posisi Persija di puncak klasemen belum berubah. Ivan Mamut dan kawan-kawan mengoleksi 18 poin dari delapan pertandingan. Namun, keunggulan mereka semakin tipis. Dewa United kini menempel dengan 17 poin, sementara Madura United dan Bali United sama-sama mengoleksi 16 poin. Persaingan di empat besar pun semakin ketat dan rentan terjadi pergeseran posisi dalam beberapa pekan ke depan.
Selain masalah performa, Persija juga masih menghadapi konsekuensi dari insiden suporter. Komisi Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sanksi larangan kehadiran suporter away selama setengah musim serta denda Rp30 juta buntut gesekan antara pendukung Persija dan Persita pada pekan ke-5. Sanksi ini tentu menambah beban bagi tim, terutama dalam menjaga momentum di tengah jadwal padat.
"Kami sudah bermain di sini dua kali tahun ini dan kalah dalam kedua kesempatan tersebut jadi, bisa dibilang saya tidak memiliki kesan yang baik tentang tempat ini." โ Shin Tae-yong, Pelatih Persija Jakarta
Bagi Shin Tae-yong, catatan buruk di BIS bisa menjadi catatan tersendiri. Namun, sebagai pelatih, ia dituntut untuk segera membenahi penyelesaian akhir dan akurasi passing yang menjadi sorotan dalam kekalahan terakhir. Persija sejatinya mendominasi penguasaan bola, tetapi kurang tajam di depan gawang. Evaluasi menyeluruh akan menjadi kunci untuk mempertahankan posisi puncak.
Ke depan, Persija akan menghadapi ujian berat dengan jadwal yang tidak kalah menantang. Jika terus kehilangan poin, bukan tidak mungkin posisi mereka di puncak klasemen akan tergusur. Mampukah Macan Kemayoran bangkit dan membuktikan bahwa kekalahan di BIS hanyalah catatan buruk sementara, bukan awal dari keterpurukan?



