Dua Dekade Tanpa John Ritter: Amy Yasbeck dan Anak-anaknya Rawat Ingatan Lewat Humor
Baca dalam 60 detik
- Amy Yasbeck mengaku masih berdialog dengan mendiang suaminya setiap hari, dua puluh tahun setelah John Ritter wafat akibat diseksi aorta.
- Keluarga Ritter menjadikan tontonan komedi sebagai ritual bersama untuk menghadirkan sosok ayah yang dinilai sangat menghargai keadilan itu.
- Jason Ritter, putra sulung, mengungkapkan bahwa ia kerap berkonsultasi secara mental dengan sang ayah ketika menghadapi persoalan hidup.

Amy Yasbeck tidak pernah benar-benar berhenti berbicara dengan John Ritter. Aktris berusia 64 tahun itu mengaku rutin “melapor” kepada mendiang suaminya, yang meninggal pada 11 September 2003—tepat sepekan sebelum ulang tahunnya yang ke-55—akibat diseksi aorta, kondisi robeknya pembuluh darah utama tubuh. Kematian Ritter terjadi hanya beberapa jam setelah ia syuting serial 8 Simple Rules, meninggalkan luka yang masih terasa hingga dua dekade kemudian.
Dalam wawancara dengan Page Six milik New York Post, Yasbeck menuturkan bahwa ia dan ketiga anak Ritter dari pernikahan pertamanya—Jason (46), Tyler (41), dan Carly (44)—memiliki cara khas untuk menjaga kehadiran sang ayah: menonton pertunjukan komedi bersama. “Kalau ada pelawak baru muncul, atau ada adegan physical comedy, kami langsung terhubung,” ujarnya. Momen-momen itu, kata dia, membuatnya merasa Ritter seolah duduk di samping mereka.
Yang paling dirindukan Yasbeck bukanlah karier gemilang sang aktor, melainkan perannya sebagai ayah. “Itu mencakup segalanya: kemanusiaannya, komedinya, empatinya, juga rasa frustrasinya terhadap dunia,” tuturnya. Ritter dikenal sebagai pribadi yang sangat menjunjung keadilan dan berpikiran progresif. Ia mudah tersulut emosi bila melihat orang—terutama anak-anak—diperlakukan tidak adil. “Itu membuatnya marah. Bukan cuma soal dunia, tapi juga soal anak-anaknya. Seperti, ‘Apa yang sebenarnya kita lakukan ini?’” kenang Yasbeck.
Dua puluh tahun berlalu, Yasbeck mengaku masih sering didekati orang asing yang ingin berbagi cerita tentang betapa besar pengaruh Ritter dalam hidup mereka. “Dia benar-benar menyentuh orang dengan cara seperti itu,” ujarnya. Kesaksian itu seolah menegaskan bahwa warisan Ritter bukan sekadar tontonan, melainkan ikatan emosional yang bertahan lintas generasi.
“Saya masih berbicara dengan John. Saya selalu melapor. Saya berbicara dengannya setiap hari.” — Amy Yasbeck
Putra sulungnya, Jason Ritter, juga memiliki cara sendiri untuk menjaga dialog dengan sang ayah. Dalam podcast Joy 101 pada Agustus lalu, aktor berusia 46 tahun itu mengaku kerap “memanggil” ayahnya secara mental ketika menghadapi kebuntuan. “Saya bilang, ‘Aku butuh kamu di sudut ini, Ayah,’ lalu saya duduk dan berbicara dengannya,” ujarnya. Jason tidak mempersoalkan apakah ayahnya benar-benar ada di suatu tempat atau hanya hidup dalam ingatannya. “Saya mengenalnya. Terkadang saya mengajukan pertanyaan yang jawabannya tidak saya ketahui, lalu saya saring lewat sosoknya sebagai ayah dan pribadi, dan saya bisa menebak apa yang akan dia katakan,” tuturnya.
Bagi publik Indonesia, kisah keluarga Ritter mungkin terasa jauh, tetapi pola duka yang mereka jalani—menjadikan humor dan cerita sebagai ruang komunikasi dengan yang telah pergi—sebenarnya akrab dalam budaya kita. Banyak keluarga di Tanah Air mempertahankan tradisi menonton acara televisi kesayangan almarhum, atau menceritakan lelucon yang dulu disukai mendiang, sebagai cara halus merawat ikatan. Yang membedakan, kisah Ritter terjadi di bawah sorotan media internasional, sehingga duka privatnya berubah menjadi narasi publik tentang ketahanan keluarga.
Ke depan, peringatan dua dekade kematian Ritter kemungkinan akan kembali memunculkan diskusi tentang kesadaran kesehatan jantung dan aorta, mengingat diseksi aorta sering datang mendadak tanpa gejala jelas. Bagi Yasbeck dan anak-anaknya, pertanyaan yang tersisa bukanlah apakah mereka akan melupakan, melainkan bagaimana ingatan itu diwariskan kepada generasi berikutnya—termasuk cucu-cucu Ritter yang belum sempat mengenalnya secara langsung.



