Manchester United Hubungi Eddie Howe, Michael Carrick di Ujung Tanduk
Baca dalam 60 detik
- Man United dikabarkan telah menghubungi Eddie Howe sebagai kandidat manajer, sementara posisi Michael Carrick semakin terancam setelah kekalahan keempat di Liga Premier.
- Howe, yang saat ini tanpa klub setelah meninggalkan Newcastle, menjadi pilihan utama Jason Wilcox, tetapi United harus membayar kompensasi sekitar ยฃ3 juta kepada Newcastle.
- Carrick masih akan memimpin tim melawan AS Roma di Liga Champions, tetapi kekalahan dari Aston Villa akhir pekan ini bisa membuatnya diganti sebelum jeda internasional.

Manchester United telah mengambil langkah konkret untuk mengamankan jasa Eddie Howe sebagai manajer baru, sinyal bahwa masa depan Michael Carrick di Old Trafford kian tidak pasti. Langkah ini muncul setelah kekalahan keempat United di Liga Premier musim ini, yang membuat tim terpuruk di ambang zona degradasi.
Kekalahan 2-0 dari Chelsea di Stamford Bridge pada Sabtu lalu, lewat gol Morgan Rogers dan Cole Palmer di babak kedua, meninggalkan United hanya terpaut selisih gol dari zona merah. Dengan laga berat melawan Aston Villa berikutnya, ada kemungkinan nyata United akan berada di tiga terbawah saat jeda internasional mendatang.
Meski demikian, Carrick belum sepenuhnya kehilangan dukungan. Penampilan impresif di babak pertama melawan Chelsea, meski gagal memanfaatkan peluang, disebut memberikan sedikit ruang bagi manajemen untuk menunda keputusan. Carrick pun akan tetap mendampingi tim saat menghadapi AS Roma di Liga Champions pada Selasa malam.
Menurut laporan The Guardian, pendekatan telah dilakukan United kepada kubu Howe, yang saat ini tanpa klub setelah meninggalkan Newcastle United pada akhir musim lalu. Howe dikabarkan terbuka terhadap kemungkinan pindah ke Old Trafford, meskipun ia masih terikat kontrak dengan Newcastle hingga 2027. Namun, United harus merogoh kocek sekitar ยฃ3 juta sebagai kompensasi jika ingin merekrutnya.
"Saya mengambil banyak hal positif dari babak pertama. Namun, kami kembali kehilangan kendali dan membiarkan pertandingan lepas. Ini sudah terlalu sering terjadi, dan kami harus segera melakukan sesuatu," ujar Carrick usai laga melawan Chelsea.
Howe bukan tanpa prestasi. Selama menangani Newcastle, ia berhasil membawa klub itu dua kali lolos ke Liga Champions dan meraih gelar EFL Cup. Namun, musim lalu Newcastle finis di peringkat 12, dan Howe belum pernah membuktikan kemampuannya di klub papan atas Eropa. Sebaliknya, Julian Nagelsmann, yang juga masuk dalam pertimbangan, memiliki rekam jejak lebih mentereng dengan gelar Bundesliga bersama Bayern Munich pada 2022.
Bagi Manchester United, keputusan ini bukan sekadar soal pergantian manajer, tetapi juga tentang arah jangka panjang klub. Carrick, yang sebelumnya menjadi asisten, dianggap belum mampu mengangkat performa tim secara konsisten. Kekalahan dari Chelsea memperlihatkan masalah yang sama: United kesulitan mempertahankan momentum dan kerap kehilangan kendali di babak kedua. Kartu merah Lisandro Martinez semakin memperparah keadaan.
Di sisi lain, Howe dikenal sebagai pelatih yang mampu membangun tim dengan sumber daya terbatas, tetapi tantangan di Old Trafford jauh lebih besar. Tekanan dari fans dan ekspektasi untuk segera meraih trofi bisa menjadi bumerang jika ia gagal beradaptasi. Sementara itu, Nagelsmann memiliki pengalaman menangani klub besar, tetapi belum tentu tersedia atau tertarik dengan proyek United saat ini.
Keputusan akhir ada di tangan dewan klub, yang tampaknya masih memberikan kesempatan terakhir bagi Carrick untuk membuktikan diri. Laga melawan Roma dan Aston Villa akan menjadi penentu. Jika hasilnya kembali buruk, bukan tidak mungkin United akan segera mengumumkan manajer baru sebelum jeda internasional. Akankah Howe menjadi solusi, atau justru Nagelsmann yang dipilih? Publik Old Trafford menanti dengan cemas.



