Tiga Nama yang Diinginkan Ferguson untuk Manchester United, dari Guardiola hingga Allegri
Baca dalam 60 detik
- Sir Alex Ferguson disebut memiliki tiga kandidat utama untuk menggantikannya di Manchester United: Pep Guardiola, Massimiliano Allegri, dan Mauricio Pochettino.
- Pilihan Ferguson sering berbenturan dengan keputusan manajemen, yang lebih memilih sosok seperti David Moyes, Ruben Amorim, atau mempertahankan Michael Carrick.
- Kegagalan MU mendatangkan Guardiola pada 2013 menjadi titik balik dominasi Manchester City di Premier League.

Manchester United masih belum menemukan sosok yang mampu mengembalikan kejayaan era Sir Alex Ferguson. Sejak pria Skotlandia itu pensiun pada 2013, tidak ada satu pun manajer yang bisa menyamai 13 gelar Premier League dan dua trofi Liga Champions yang ia persembahkan selama 27 tahun. Kini, di tengah tekanan terhadap Michael Carrick yang belum menunjukkan performa konsisten pada musim 2026/2027, daftar nama yang pernah diinginkan Ferguson untuk memimpin Setan Merah kembali menjadi sorotan.
Ferguson ternyata memiliki tiga kandidat utama yang ia yakini layak meneruskan estafet kepelatihan di Old Trafford. Ketiganya adalah Pep Guardiola, Massimiliano Allegri, dan Mauricio Pochettino. Namun, dalam praktiknya, keinginan Ferguson kerap tidak sejalan dengan keputusan manajemen klub yang lebih memilih opsi lain.
Kisah Guardiola menjadi yang paling menarik. Dalam buku biografinya yang terbit pada 2012, Ferguson mengungkapkan pertemuan makan malam dengan Guardiola di New York. Saat itu, Ferguson belum sepenuhnya memutuskan pensiun, sementara Guardiola baru saja meninggalkan Barcelona setelah meraih treble kontinental. Ferguson berniat membujuk Guardiola agar memilih Manchester sebagai pelabuhan berikutnya. Namun, rencana itu kandas karena Guardiola lebih dulu menerima tawaran Bayern Munchen. Keputusan Guardiola kemudian terbukti menjadi titik balik: ia membangun dinasti di Manchester City, klub yang pernah dijuluki Ferguson sebagai "tetangga berisik" MU.
Allegri masuk dalam radar Ferguson ketika Erik ten Hag dipecat pada akhir 2024. Pelatih asal Italia itu memiliki rekam jejak mentereng dengan enam gelar Serie A dan 12 trofi bersama Juventus. Namun, manajemen MU memilih Ruben Amorim yang saat itu dipandang sebagai salah satu pelatih muda paling menjanjikan. Sayangnya, eksperimen Amorim tidak berjalan mulus. Ia justru mencatatkan performa buruk dan akhirnya digantikan oleh Carrick pada Januari 2026. Carrick sempat membawa angin segar dengan mengantar MU kembali ke Liga Champions, tetapi performa apik itu tidak berlanjut pada musim berikutnya.
Sementara itu, Pochettino menjadi kandidat favorit Ferguson pada 2021 ketika Ole Gunnar Solskjaer kehilangan jabatannya. Pochettino saat itu memiliki pengalaman menangani pemain-pemain besar. Bersama Tottenham Hotspur, ia melatih Harry Kane dan Son Heung-min serta membawa tim ke final Liga Champions 2019. Pengalamannya bertambah ketika menangani Paris Saint-Germain, di mana ia bekerja dengan Lionel Messi, Neymar, dan Kylian Mbappe. Namun, lagi-lagi, MU tidak mengikuti saran Ferguson. Pochettino kini menangani Timnas Amerika Serikat.
Pola yang terlihat dari tiga nama tersebut adalah kecenderungan Ferguson memilih pelatih dengan rekam jejak juara dan pengalaman menangani bintang besar. Guardiola, Allegri, dan Pochettino semuanya memiliki CV yang mumpuni. Namun, manajemen MU tampaknya lebih sering mempertimbangkan faktor lain, seperti potensi jangka panjang, biaya, atau visi klub yang berbeda. Akibatnya, klub terus mencari identitas permainan yang hilang sejak 2013.
Bagi MU, kegagalan mendatangkan Guardiola pada 2013 bukan sekadar kehilangan satu pelatih. Itu adalah momen ketika rival sekota justru mendapatkan sosok yang mampu mengubah lanskap sepak bola Inggris. Guardiola telah mempersembahkan banyak trofi untuk Manchester City, sementara MU masih berjuang untuk kembali bersaing di papan atas. Kini, dengan Carrick yang masih diuji, pertanyaan besarnya adalah apakah manajemen akan kembali mengabaikan saran Ferguson, atau justru belajar dari sejarah dan mempertimbangkan nama-nama yang sudah terbukti?



