Bayern Munich ke Kenya: Laga Persahabatan Sekaligus Peresmian Stadion Baru
Baca dalam 60 detik
- Bayern Munich akan menghadapi Ajax di Nairobi pada 5 Januari untuk meresmikan Raila Odinga International Stadium.
- Laga ini menjadi kunjungan pertama Bayern ke Kenya dan bagian dari persiapan Piala Afrika 2027.
- Tiket mulai dijual 5 November, menandai babak baru hubungan sepak bola Jerman-Afrika.

Bayern Munich akan melakoni pertandingan persahabatan melawan Ajax Amsterdam di Nairobi, Kenya, pada 5 Januari mendatang. Laga ini bukan sekadar uji coba biasa: Bayern akan menjadi saksi peresmian Raila Odinga International Stadium, arena baru yang dibangun untuk menyambut Piala Afrika 2027.
Ini adalah kunjungan perdana Die Roten ke Kenya. Stadion yang terletak di ibu kota Nairobi tersebut dipersiapkan sebagai venue utama turnamen yang akan digelar bersama Tanzania dan Uganda pada musim panas 2027. Piala Afrika edisi tersebut akan menjadi yang pertama digelar di tiga negara sekaligus, dan yang pertama di Afrika Timur sejak 1976 di Ethiopia.
Bagi Bayern, laga ini memperluas peta ekspansi klub di benua Afrika. Sebelumnya, satu-satunya penampilan kompetitif Bayern di Afrika adalah pada Piala Dunia Antarklub 2013 di Maroko, ketika tim asuhan Pep Guardiola mengalahkan Guangzhou Evergrande 3-0 dan Raja Casablanca 2-0 di final. Kemenangan atas Raja Casablanca tercatat sebagai pertandingan kompetitif pertama Bayern melawan klub Afrika. Satu-satunya laga lain terjadi pada Piala Dunia Antarklub 2020 di Qatar, saat Robert Lewandowski mencetak dua gol dalam kemenangan semifinal atas Al Ahly dari Mesir.
Duel Bayern kontra Ajax sendiri menyimpan sejarah panjang. Kedua klub telah bertemu 10 kali di kompetisi resmi dengan hasil imbang: masing-masing menang tiga kali dan empat laga berakhir seri. Pertemuan terakhir terjadi pada Desember 2018 di fase grup Liga Champions, ketika empat gol tercipta dalam 10 menit terakhir dan laga berkesudahan 3-3. Tiga pertemuan terakhir kedua tim selalu berakhir imbang.
Selain faktor historis, laga ini juga menjadi cermin kedekatan Bayern dengan Afrika. Klub asal Bavaria itu memiliki sejumlah pemain keturunan Afrika seperti Michael Olise, Dayot Upamecano, Alphonso Davies, Serge Gnabry, dan Jonathan Tah, serta pelatih Vincent Kompany. Bayern juga menjalin kemitraan pengembangan pemain muda di Gambia, Rwanda, dan Kamerun. Gelandang Senegal Bara Sapoko Ndiaye bergabung dengan Bayern tahun ini dari Gambinos Stars Africa, klub Gambia yang menjadi mitra pengembangan Bayern di Afrika Barat.
"Kunjungan ke Kenya adalah langkah penting untuk memperluas jangkauan Bayern di Afrika dan mempererat hubungan dengan penggemar di benua ini," ujar seorang perwakilan klub.
Meski belum ada pemain Kenya yang pernah berlaga di Bundesliga, Bayern memiliki jejak pemain Afrika ternama seperti Sammy Kuffour, Sadio Mané, Nicolas Jackson, dan kini Ismael Saibari. Kehadiran Bayern di Nairobi diharapkan dapat menginspirasi generasi muda Kenya dan memperkuat posisi Bundesliga di pasar Afrika.
Pertandingan ini juga menjadi bagian dari strategi Bayern untuk memperluas basis penggemar di luar Eropa. Dengan peresmian stadion baru dan semangat Piala Afrika 2027, laga persahabatan ini bisa menjadi katalis bagi pertumbuhan sepak bola di kawasan Afrika Timur. Akankah Bayern membuka akademi di Kenya dalam waktu dekat? Publik sepak bola Afrika menantikan langkah selanjutnya.



