Persib Menang Tipis, Igor Tolic Sebut Karakter Baja dan Peran Bobotoh Jadi Pembeda
Baca dalam 60 detik
- Persib Bandung mengalahkan Persik Kediri 1-0 lewat gol sundulan Julio Cesar setelah masuk sebagai pengganti di menit ke-78.
- Igor Tolic menilai determinasi pemain dan dukungan penonton di Stadion Si Jalak Harupat menjadi faktor kemenangan.
- Kemenangan ini menjaga momentum Persib di pekan keenam BRI Super League 2026/2027, sementara Persik tetap menunjukkan organisasi permainan yang solid.

Persib Bandung memetik tiga poin penuh di hadapan pendukungnya sendiri setelah menundukkan Persik Kediri dengan skor 1-0 pada laga pekan keenam BRI Super League 2026/2027 di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Minggu (18/10/2026) malam. Gol tunggal Julio Cesar menjadi penentu, sekaligus menegaskan bahwa Maung Bandung masih sulit ditaklukkan di kandang.
Kemenangan ini tidak datang dengan cara mudah. Persib harus menunggu hingga menit ke-78 untuk memecah kebuntuan, tepat setelah Julio Cesar masuk menggantikan Danijel Loncar. Bek asal Brasil itu nyaris langsung memberi dampak: memanfaatkan umpan tendangan pojok Thom Haye, ia menyundul bola ke gawang Persik yang dikawal ketat. Bagi Persib, gol tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti kedalaman skuad dan ketepatan pergantian pemain yang dilakukan pelatih Igor Tolic.
Selepas pertandingan, Tolic menyampaikan apresiasi kepada para pemainnya. Menurutnya, kemenangan ini lahir dari karakter kuat yang ditunjukkan sepanjang 90 menit. "Selamat kepada para pemain. Mereka semua pantas mendapatkan pujian," ujar pelatih asal Kroasia itu. Ia menekankan bahwa timnya mampu menjaga determinasi meski menghadapi lawan yang tidak mudah. "Ini murni soal karakter, bagaimana mereka menolak untuk kalah dan memberikan yang terbaik hingga akhir pertandingan," tambahnya.
Dukungan suporter juga menjadi sorotan Tolic. Ia menyebut stadion yang penuh memberi energi tambahan bagi pasukannya. "Mereka semua istimewa. Mereka berjuang di setiap pertandingan dengan stadion yang penuh, demi para suporter, demi semua orang yang menyaksikan dan menyukai warna biru," tuturnya. Pernyataan ini menggarisbawahi betapa pentingnya faktor Bobotoh dalam membangun mental bertanding Persib, terutama saat menghadapi tim yang cenderung defensif dan disiplin.
Meski meraih kemenangan, Tolic tidak menutup mata terhadap kualitas Persik Kediri. Tim asuhan Marcos Reina itu dinilainya memiliki organisasi permainan yang baik dan menyulitkan Persib untuk menguasai bola. "Persik Kediri juga layak mendapatkan pujian. Mereka tim yang bagus dengan struktur permainan yang baik. Mereka membuat kami harus bekerja keras untuk merebut bola," kata Tolic. Ia bahkan mengakui bahwa pada babak pertama, Persib belum mampu memanfaatkan celah yang seharusnya bisa dieksploitasi. Situasi berubah setelah masuknya Julio Cesar di babak kedua, yang memberi dimensi baru dalam serangan.
Bagi Persib, kemenangan ini menjadi modal penting untuk menjaga konsistensi di kompetisi yang semakin ketat. Tiga poin di kandang selalu menjadi harga mati jika ingin bersaing di papan atas. Namun, catatan bahwa gol baru tercipta melalui skema bola mati dan peran pemain pengganti menunjukkan bahwa lini serang Persib masih perlu meningkatkan efektivitas dalam permainan terbuka. Di sisi lain, Persik meski kalah tetap menunjukkan bahwa mereka bukan lawan yang bisa diremehkan. Organisasi permainan yang rapi membuat mereka mampu menahan gempuran Persib hingga menit ke-78.
Ke depan, Persib akan menghadapi jadwal padat yang menuntut rotasi cerdas dan ketajaman penyelesaian akhir. Apakah kemenangan ini menjadi titik balik untuk lebih dominan dalam penguasaan bola, atau justru mempertegas bahwa Persib harus lebih sering mengandalkan skema bola mati dan peran pemain pengganti? Yang jelas, mental baja yang dipuji Tolic akan terus diuji di laga-laga berikutnya.



