Garudayaksa FC Belum Menang, Sihran Jadi Harapan di Laga Kandang Kontra Arema
Baca dalam 60 detik
- Garudayaksa FC belum meraih kemenangan dalam empat laga BRI Super League dan kini menjamu Arema FC di kandang.
- Muhammad Sihran kembali menjadi tumpuan di sisi sayap setelah tampil impresif meski berpostur mungil.
- Pelatih Milos Joksic kemungkinan mempertahankan komposisi starter untuk mengejar tiga poin pertama.

Garudayaksa FC kembali menjalani laga kandang pada pekan kelima BRI Super League 2026/2027, Sabtu (17/10/2026) pukul 15.30 WIB, dengan misi mengakhiri paceklik kemenangan. Tim berjuluk Spirit of Garuda itu akan menjamu Arema FC di Stadion Garudayaksa, Jakarta, dan belum sekalipun merasakan kemenangan di kasta tertinggi Indonesia.
Dari empat pertandingan yang sudah dilakoni, Garudayaksa mengoleksi dua hasil imbang dan dua kekalahan. Kekalahan paling menyakitkan terjadi saat menjamu Persik Kediri pada pekan kedua dengan skor 0-2. Hasil tersebut membuat posisi tim asuhan Milos Joksic terpuruk di papan bawah dan menambah tekanan untuk segera meraih poin penuh.
Menghadapi Arema FC yang sedang dalam performa stabil, Garudayaksa diprediksi tidak melakukan banyak perubahan pada starting XI. Nama-nama seperti Dominik Holec, Filip Stamenkovic, Aleksandar Busnic, Theo Numberi, Christian Frydek, dan Muhammad Sihran kemungkinan besar tetap menjadi pilihan utama. Konsistensi komposisi ini diharapkan mampu memperbaiki koordinasi antarlini yang selama ini menjadi kelemahan.
Perhatian utama tertuju pada Muhammad Sihran, winger kelahiran Ternate, 8 Maret 1999. Meski bertubuh mungil, pemain eks Borneo FC itu dikenal memiliki keberanian tinggi dalam menghadapi bek lawan yang umumnya berpostur besar. Kecepatan dan kemampuannya melepaskan umpan akurat menjadi senjata utama Garudayaksa untuk membongkar pertahanan Arema.
Dalam sesi latihan internal jelang laga, Sihran mendapat instruksi khusus dari tim pelatih agar lebih agresif melakukan terobosan dan lebih cermat dalam pengambilan keputusan di sepertiga akhir lapangan. Pelatih menekankan pentingnya fokus kolektif mengingat Arema bukan lawan yang mudah dikalahkan. "Fokus berlanjut. Pertandingan berikutnya sudah menanti," ujar pernyataan resmi klub.
"Saya siap memberikan 100 persen kemampuan terbaik di setiap pertandingan," kata Muhammad Sihran.
Arema FC datang dengan modal tujuh poin dari empat laga, hasil dari satu kemenangan dan tiga imbang. Meski berada di posisi kesembilan, tim berjuluk Singo Edan itu menunjukkan ketangguhan dengan comeback dramatis di beberapa pertandingan. Garudayaksa perlu mewaspadai potensi kebangkitan Arema di babak kedua, seperti yang sering terjadi musim ini.
Muhammad Sihran merupakan bagian dari revolusi skuad Garudayaksa musim ini. Setelah promosi ke kasta tertinggi, manajemen merekrut pemain berkualitas di semua lini, termasuk mempertahankan pemain lokal seperti Wahyu Prasetyo, Theo Numberi, Septian David Maulana, dan veteran Andik Vermansah. Kehadiran Sihran diharapkan menjadi pembeda dalam laga krusial ini.
Jika Garudayaksa kembali gagal meraih kemenangan, tekanan terhadap Milos Joksic dipastikan meningkat. Sebaliknya, tiga poin perdana akan menjadi modal berharga untuk membangun kepercayaan diri tim di sisa musim. Pertanyaan besarnya: mampukah Sihran dan kolega memanfaatkan dukungan publik sendiri untuk memecah kebuntuan, atau justru Arema yang memperpanjang penderitaan tim promosi tersebut?



