Okafor Diambang Kehilangan Tempat, Njinko Siap Meledak di Leeds
Baca dalam 60 detik
- Noah Okafor baru mencetak satu gol dari lima penampilan Premier League musim ini, memicu spekulasi posisinya terancam.
- Carrick Njinko, penyerang 18 tahun, tampil impresif dengan delapan gol dalam sembilan laga bersama U21 Leeds.
- Manajer Daniel Farke disebut siap memberikan kesempatan kepada pemain akademi jika Okafor tak kunjung bangkit.

Leeds United tengah menghadapi dilema di lini depan. Noah Okafor, yang didatangkan dengan harapan besar, kembali menampilkan performa mengecewakan. Dalam lima penampilan Premier League musim ini, pemain asal Swiss itu baru mencetak satu gol dan belum pernah bermain penuh selama 90 menit. Situasi ini membuka peluang bagi talenta muda Carrick Njinko untuk naik ke tim utama.
Okafor bergabung dengan Leeds pada musim panas 2025 dengan harga ยฃ18 juta. Awalnya, ia sempat menunjukkan konsistensi dengan dua gol dalam lima laga pembuka, namun kemudian puasa gol selama 16 pertandingan. Meski sempat bangkit dengan enam gol di tujuh laga terakhir musim lalu, cedera betis menghentikan momentumnya. Kini, performanya kembali menurun dan menjadi sorotan.
Pada laga melawan Arsenal di Emirates Stadium pekan lalu, Okafor nyaris tak terlihat. Ia tidak menciptakan peluang, hanya melepaskan satu tembakan, dan mencatatkan expected Goals (xG) 0,06 serta expected Assists (xA) 0,01. Angka-angka ini menegaskan betapa tumpulnya lini serang Leeds saat mengandalkan Okafor.
Jika Leeds ingin mengamankan tiket Eropa, dukungan untuk Dominic Calvert-Lewin sangat krusial. Sejauh ini, hanya Calvert-Lewin dan James Justin yang mampu mencetak lebih dari satu gol. Okafor dituntut segera meningkatkan kontribusinya atau posisinya akan tergeser oleh pemain lain.
"Okafor tahu ia harus meningkatkan performanya atau manajer akan beralih ke opsi lain," demikian analisis dari pengamat sepak bola Inggris.
Di akademi, Carrick Njinko menjelma sebagai fenomena. Pemain berusia 18 tahun itu awalnya berposisi sebagai winger, namun musim ini ia ditempatkan sebagai striker dan tampil luar biasa. Bersama U21, ia mencetak delapan gol dalam sembilan pertandingan, termasuk enam gol dalam tiga laga Premier League 2. Njinko masuk dalam 3% penyerang terbaik di levelnya untuk rasio gol per 90 menit.
Penampilan Njinko di EFL Trophy melawan Oldham Athletic juga mencuri perhatian. Meski Leeds U21 kalah 4-2, ia mencetak satu gol dari satu tembakan, memenangkan 50% duel darat, dan menyelesaikan tujuh dari sembilan umpan. Aksi singkatnya sebagai pemain pengganti menunjukkan potensi besar yang siap dilepas ke level senior.
Manajer Daniel Farke memiliki kedalaman skuad yang lebih baik musim ini. Pemain seperti Harry Wilson dan Jean-Matteo Bahoya bahkan kesulitan menembus starting XI, sementara Brenden Aaronson masih menghuni bangku cadangan. Namun, dengan performa Okafor yang jauh dari kata memuaskan, Farke mungkin akan segera memberikan kesempatan kepada Njinko.
Keputusan untuk mempromosikan Njinko bukan tanpa risiko. Pemain muda butuh waktu adaptasi di Premier League yang kompetitif. Namun, dengan ketajaman yang ditunjukkan di level akademi, Njinko bisa menjadi solusi kejutan bagi lini depan Leeds. Jika Okafor terus menurun, bukan tidak mungkin Farke akan melakukan perubahan besar.
Pertanyaannya, akankah Okafor mampu bangkit seperti musim lalu, atau justru Njinko yang akan mengambil alih panggung? Leeds United tidak bisa menunggu terlalu lama. Dalam sepak bola modern, produktivitas adalah segalanya. Jika Okafor gagal, Njinko siap meledak.



